Singaraja, koranbuleleng.com| Transformasi digital menjadi keniscayaan bagi koperasi agar tetap relevan dan mampu bersaing di era digital. Menjawab tantangan ini, Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan UKM (DisdagperinkopUKM) Kabupaten Buleleng menggelar talkshow bertajuk “Melalui Transformasi Digital, Kita Wujudkan Koperasi Buleleng yang Modern dan Berdaya Saing” di Gedung PLUT Buleleng. Acara ini diikuti oleh 70 pengurus koperasi aktif dari berbagai sektor di Buleleng.
Talkshow ini menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten, antara lain Kepala DisdagperinkopUKM Buleleng, perwakilan Dekopinda Buleleng, serta pakar teknologi dari PT Blockchain Technology Nusantara dan DCA Communication. Mereka memberikan wawasan mendalam mengenai peran digitalisasi dalam meningkatkan efisiensi dan transparansi koperasi.

Tantangan dan Peluang Digitalisasi Koperasi
Kepala DisdagperinkopUKM Buleleng, Dewa Made Sudiarta, menegaskan bahwa digitalisasi bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan mutlak bagi koperasi agar tetap eksis. Saat ini, dari 419 koperasi aktif di Buleleng, terdapat 81 koperasi yang tidak aktif. Menurutnya, digitalisasi dapat menjadi solusi untuk meningkatkan daya saing koperasi dan memastikan manfaat optimal bagi anggotanya.
“Transformasi digital harus dilakukan agar koperasi tetap relevan. Koperasi harus mampu menguasai data dan informasi serta memberikan layanan prima. Banyak koperasi di Buleleng telah mulai menerapkan digitalisasi, dan ini harus terus kita dorong,” ujar Sudiarta, Kamis (03/04).
Ia juga menyoroti tantangan utama dalam digitalisasi koperasi, yaitu peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Koperasi harus beradaptasi dengan kemajuan teknologi dan terus berinovasi agar mampu memberikan manfaat maksimal bagi anggotanya.

Aplikasi Koperasi Pintar dan Teknologi Blockchain
Dalam talkshow ini, diperkenalkan Aplikasi Koperasi Pintar sebagai salah satu solusi modernisasi koperasi. Aplikasi ini menawarkan berbagai manfaat, seperti efisiensi administrasi, keamanan data berbasis blockchain, otomatisasi laporan keuangan, serta integrasi pembayaran digital yang memungkinkan transaksi online lebih praktis.
Selain itu, teknologi blockchain diperkenalkan sebagai solusi untuk meningkatkan transparansi dan keamanan data koperasi. Sistem ini memungkinkan pencatatan transaksi yang tidak dapat diubah, sehingga meningkatkan kepercayaan anggota koperasi terhadap pengelolaan keuangan.
Dewa Sudiarta juga mengungkapkan bahwa DCA Communication turut memaparkan strategi komunikasi digital yang dapat membantu koperasi dalam memasarkan produk dan layanan mereka secara lebih luas melalui platform online.
Komitmen Mewujudkan Koperasi Berdaya Saing
Program Koperasi Pintar ini merupakan bagian dari inisiatif Kementerian Koperasi dan UKM untuk mempercepat digitalisasi koperasi di seluruh Indonesia. DisdagperinkopUKM Buleleng, bersama mitra strategisnya, berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan agar koperasi di Buleleng berkembang menjadi koperasi modern, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan ekonomi digital. (*/ads-kf)
Pewarta : I Putu Nova Anita Putra