Kasus Stunting di Buleleng dibawah 14 Persen

Singaraja, koranbuleleng.com | Pemkab Buleleng membentuk struktur Tim Percepatan Penurunan Stunting untuk menangani kasus tersebut. Tim percepatan ini dipimpin langsung Wakil Bupati Buleleng, dr.I Nyoman Sutjidra.  

Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana menginstruksikan agar tim dapat bekerja secara tepat dan terstruktur menurunkan angka stunting di Buleleng.

- Advertisement -

“Saya yakin dengan apa yang dilakukan tim ini, kedepan penanganan stunting bisa terstruktur dan terukur secara kualitas maupun kuantitas. Mudah-mudahan tim ini bisa bergerak cepat dan serius,” ujar Agus Suradnyana saat memberikan sambutan pada acara Pengukuhan Tim Percepatan Penurunan Stunting di Wantilan Praja Winangun Kantor Bupati Buleleng, Kamis 28 April 2022.

Untuk itu pihaknya menekankan kepada tim percepatan untuk membuat basis data yang baik. Dan terintegrasi dari tingkat Desa/Kelurahan, Kecamatan, hingga Kabupaten. Selain mengandalkan data dari pihak terkait seperti BPS dan Disdukcapil.

“Saya harap penanganan kedepan sesuai dengan basis data. Tidak hanya berpatokan basis data dari BPS saja yang berasal dari survey. KIta juga bisa membuat basis data berdasarkan data dari pemerintah desa. Jadi bisa diketahui apa penyebab stunting secara dominan,” imbuh Suradnyana.

Sementara itu, Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Buleleng I Nyoman Sutjidra usai acara mengatakan berkat penanganan yang konsisten, angka stunting di Buleleng tinggal delapan persen lebih. Angka tersebut tentu akan terus diturunkan hingga serendah mungkin.

- Advertisement -

“Presiden memutuskan agar angka stunting di Indonesia turun hingga 14 persen. Di Buleleng  memang sudah dibawah itu namun kita terus genjot agar tidak ada lagi stunting. Sehingga sumberdaya manusia yang kita miliki betul-betul merupakan generasi emas,” ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskan, jauh sebelum dikukuhkan pihaknya sudah banyak melakukan pertemuan dengan BKKBN Provinsi Bali. Untuk membahas pembentukan tim pendamping keluarga di masing-masing desa.

“Kita akan berkoordinasi dengan tim yang sudah ditempatkan di masing-masing posyandu. Kita akan mendapatkan basis data dari sana. Sehingga bisa dilakukan penanganan khusus untuk pencegahan stunting,” tutup Sutjidra. |NP/R|

Komentar

Related Articles

spot_img

Latest Posts