Singaraja, koranbuleleng.com | Tingkat hunian hotel di Kabupaten Buleleng belum sebanding dengan tingginya kunjungan wisatawan selama libur panjang Idulfitri 2025. Data Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng mencatat, rata-rata okupansi hotel masih rendah, dengan tingkat hunian hanya mencapai 40 persen.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, Gede Dody Sukma, mengungkapkan bahwa hotel berbintang di kawasan Lovina mencatat tingkat hunian sekitar 40 persen, sementara kawasan Buleleng barat hanya mencapai 30 persen. Adapun wilayah Buleleng timur dan selatan masing-masing mencatat tingkat hunian sebesar 25 persen.

“Hotel non-bintang memang lebih banyak dicari, terutama oleh wisatawan domestik yang memilih akomodasi dengan harga lebih terjangkau,” ujar Dody, Rabu, 2 April 2025.
Dody optimistis tingkat hunian hotel akan meningkat seiring dengan sisa libur Lebaran yang masih panjang. “Kami berharap okupansi hotel mulai meningkat, terutama pada 5 hingga 6 April mendatang,” tambahnya.
Sementara itu, kunjungan ke sejumlah daerah tujuan wisata (DTW) di Buleleng justru mengalami lonjakan signifikan. Destinasi seperti Air Panas Banyuwedang, Air Panas Banjar, dan kawasan wisata Wanagiri mencatat peningkatan jumlah wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
“Kunjungan wisatawan ke destinasi seperti Air Panas Banyuwedang meningkat hingga tiga kali lipat dari biasanya. Ini tentu menjadi berkah bagi sejumlah DTW di Buleleng,” kata Dody.

Meski demikian, tingginya angka kunjungan wisata belum diikuti dengan meningkatnya keterisian hotel, mengingat sebagian besar wisatawan memilih akomodasi non-bintang atau bahkan tidak menginap di Buleleng. Kondisi ini menjadi tantangan bagi pelaku industri perhotelan untuk menawarkan paket-paket menarik guna meningkatkan okupansi hotel selama musim liburan.
Dinas Pariwisata Buleleng terus mendorong kolaborasi antara pelaku usaha pariwisata, termasuk hotel dan agen perjalanan, guna menciptakan daya tarik tambahan bagi wisatawan untuk menginap lebih lama di Buleleng.(*).