Singaraja, koranbuleleng.com | Pemerintah Kabupaten Buleleng terus mendorong penguatan sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu pilar pembangunan daerah. Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil setelah budidaya bandeng di laut Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak berhasil dipanen untuk pertama kalinya.
Panen bandeng perdana dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna bersama Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali I Wayan Sunada di Keramba Jaring Apung (KJA) laut Desa Sumberkima, Rabu 4 Maret 2026.
Panen perdana ini menjadi momentum penting dalam memperkuat ketahanan pangan dari sektor perikanan di Buleleng. Selama ini, Buleleng dikenal sebagai salah satu daerah penghasil nener atau benih bandeng. Kini, melalui dukungan teknologi budidaya dan sinergi lintas pemerintah, para pembudidaya mampu meningkatkan produksi hingga tahap pembesaran dan panen bandeng siap konsumsi.
Ditemui usai panen, Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna menyampaikan apresiasi kepada para pembudidaya serta dukungan dari Pemerintah Provinsi Bali yang selama ini mendampingi pengembangan budidaya bandeng di wilayah tersebut.
“Ini adalah salah satu kemajuan budidaya bandeng di Buleleng. Yang sebelumnya kita hanya dikenal lewat budidaya nener, sekarang sudah bisa membudidayakan dan memanen bandeng. Tentu ini menjadi kemajuan bagi pelaku usaha budidaya perikanan,” ujarnya.
Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari peran aktif Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali serta Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng dalam memberikan pendampingan dan dukungan teknis kepada para pembudidaya.
“Dari sisi peningkatan pendapatan, kita harapkan para nelayan, khususnya pembudidaya nener yang kini berkembang ke budidaya bandeng, pendapatannya semakin membaik. Kami juga berharap dukungan dari Pemerintah Provinsi Bali terus berlanjut,” tambah Supriatna.
Ia menegaskan bahwa panen bandeng perdana ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan nilai tambah sektor perikanan. Potensi kelautan Buleleng dinilai sangat besar dan perlu dikelola secara optimal dari hulu hingga hilir.
“Panen bandeng di laut Sumberkima ini menjadi bukti bahwa potensi kelautan Buleleng sangat besar dan harus dikelola secara optimal dari hulu hingga hilir,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali I Wayan Sunada menyebut panen perdana ini sebagai sejarah baru bagi budidaya laut di Bali, khususnya di Kabupaten Buleleng.
“Hari ini merupakan sejarah baru tentang panen bandeng di keramba jaring apung di laut. Setelah saya lihat, ini salah satu yang berhasil panen dengan sistem seperti ini,” ungkapnya.
Ia menjelaskan keberhasilan ini selaras dengan program penguatan hilirisasi sektor perikanan, di mana rantai produksi dari hulu hingga hilir telah berjalan di Buleleng. Mulai dari penyediaan induk, telur, pendederan hingga pembesaran bandeng seluruhnya tersedia di daerah tersebut.
“Hulu dan hilir sudah berjalan di Provinsi Bali, khususnya di Buleleng. Ini menjadi kekuatan kita dalam memperkuat sektor perikanan,” tutup Wayan Sunada.
Panen perdana ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir serta semakin memperkuat posisi Buleleng sebagai sentra perikanan budidaya unggulan di Bali. (*)
Pewarta : Kadek Yoga Sariada

