Tanah Bergerak Rusak Rumah Warga di Lokapaksa Seririt Buleleng, Belasan KK Terdampak

Singaraja, koranbuleleng.com | Pergerakan tanah atau fenomena soil creep dilaporkan terjadi di Banjar Dinas Sorga Mekar, Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng. Kondisi ini memicu kerusakan pada sejumlah rumah warga setelah tanah di kawasan tersebut mengalami retakan dan penurunan permukaan.

Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir serta kondisi struktur tanah yang labil di wilayah tersebut.

- Advertisement -

Data sementara mencatat sedikitnya 15 kepala keluarga (KK) atau sekitar 55 jiwa terdampak akibat pergerakan tanah yang mulai terdeteksi sejak 11 Februari 2026. Dari jumlah tersebut, dua keluarga terpaksa diminta meninggalkan rumahnya untuk sementara karena bangunan tempat tinggalnya mengalami kerusakan cukup serius.

Kelian Banjar Dinas Sorga Mekar, Putu Karmita yang akrab disapa Leong Kobas, mengungkapkan bahwa retakan tanah terus berkembang sejak pertama kali muncul. Celah tanah yang awalnya kecil kini semakin panjang dan melebar.

“Panjang retakan sudah mencapai puluhan meter lebih dengan lebar beragam, ada yang mencapai 30 sentimeter bahkan lebih,” ungkap Karmita, Kamis, 5 Maret 2026.

Ia menjelaskan, hingga saat ini terdapat tiga rumah warga yang mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah tersebut. Dari jumlah itu, dua rumah dinilai berada pada kondisi paling rawan sehingga penghuninya diminta untuk mengungsi sementara waktu demi alasan keselamatan.

- Advertisement -

“Rumah Gede Dana dan Kadek Darmada sudah termasuk rusak parah, karena itu mereka diminta sementara mengungsi terutama pada malam hari,” jelasnya.

Berdasarkan pendataan sementara di tingkat banjar, terdapat 15 kepala keluarga yang terdampak pergerakan tanah tersebut. Mereka antara lain keluarga Gede Dana, Komang Budiasa, Made Taman, Kadek Darmada, Komang Kartika, Gede Arnawa, Kadek Suandana, Kadek Kamiasa, Komang Merta Yasa, Ketut Subawa, Komang Adi Yasa, Ketut Sudiarta, Komang Sekar, Made Karma, dan Gede Andi Yasa.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa, menyebut hasil pemantauan awal menunjukkan adanya penurunan permukaan tanah di lokasi kejadian.

Menurutnya, elevasi tanah di area terdampak tercatat turun sekitar 30 hingga 50 sentimeter. Tim BPBD bersama aparat pemerintah desa serta tim akademisi dari Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja telah turun langsung untuk melakukan pemantauan lapangan.

“BPBD dalam waktu dua hari ini akan mendatangkan ahli geologi untuk mengkaji lebih mendalam. Tim dari Undiksha akan ikut memberikan kajian dan turun bersama dengan tim geologi,” ujar Suyasa.

Pemerintah daerah kini menyiapk

an langkah mitigasi apabila pergerakan tanah masih teus terjadi. Koordinasi juga dilakukan dengan pemerintah kecamatan dan desa guna memastikan keselamatan warga yang tinggal di sekitar lokasi terdampak.

“Camat Seririt bersama Perbekel akan melakukan langkah-langkah mitigasi kepada warga jika kejadian tersebut terus berlangsung,” tandasnya.(*)

Pewarta: Kadek Yoga Sariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru