Satu Korban Banjir Bandang Berhasil Ditemukan

Singaraja, koranbuleleng.com | Tim pencarian dan pertolongan akhirnya menemukan salah satu korban yang terseret arus banjir bandang di Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu, 7 Maret 2026 sekitar pukul 13.18 Wita.

Penemuan korban terjadi di sekitar aliran arus banjir yang melintasi lahan warga. Saat ditemukan, tubuh korban tertimbun lumpur tebal bercampur material kayu yang terbawa derasnya aliran air dari hulu sungai.

- Advertisement -

Peristiwa ini menjadi bagian dari rangkaian bencana banjir bandang yang menyeret satu keluarga warga Banjar Dinas Ambengan, Desa Banjar. Tiga orang sebelumnya dilaporkan hilang setelah arus sungai tiba-tiba meluap dan menghantam kawasan permukiman.

Korban yang ditemukan diduga merupakan Komang Suci, 44 tahun. Ia merupakan warga Banjar Dinas Ambengan yang sebelumnya dilaporkan terseret banjir bersama dua anaknya, yakni Putu Wini, 17 tahun, dan Kadek Wahyu, 12 tahun.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Bali, I Nyoman Sidakarya menjelaskan identitas korban masih dalam proses pemeriksaan oleh petugas medis. Namun dari identifikasi awal, korban dipastikan berjenis kelamin perempuan dengan perkiraan usia dewasa. Kondisi korban saat ditemukan cukup memprihatinkan karena tubuhnya tertutup lumpur serta material kayu yang terseret arus banjir.

“Total ada empat korban yang terseret arus banjir. Dua sudah berhasil ditemukan dan sudah dievakuasi ke rumah sakit, sementara dua lainnya masih dalam proses pencarian,” terangnya.

- Advertisement -

Operasi pencarian terhadap korban yang belum ditemukan terus dilakukan oleh tim gabungan dengan melibatkan ratusan personel dari berbagai unsur.

Petugas yang turun ke lapangan berasal dari Basarnas Bali, Pos SAR Buleleng, BPBD Buleleng, TNI, Polri, serta relawan dan masyarakat setempat yang ikut membantu proses penyisiran. Selain personel darat, aparat kepolisian juga mengerahkan anjing pelacak untuk membantu menemukan korban yang kemungkinan tertimbun material banjir.

“Semua tim kami kerahkan. Kami juga menurunkan alat berat. Sesuai SOP, proses pencarian akan kami lakukan selama tujuh hari, namun mudah-mudahan dua korban lainnya dapat segera ditemukan,” katanya.

Koordinator Pos SAR Buleleng, Kadek Donny Indrawan menjelaskan tim SAR memperluas area pencarian dengan menyisir sejumlah titik yang diperkirakan menjadi jalur hanyut korban.

Pencarian difokuskan pada tiga wilayah utama, yakni area sekitar lokasi kejadian, sepanjang aliran sungai, hingga kawasan muara yang mengarah ke pesisir Pantai Desa Banjar dan Desa Kalianget.

Untuk menjangkau area yang sulit diakses, tim SAR mengoperasikan tiga unit perahu karet guna melakukan penyisiran di jalur sungai hingga ke wilayah perairan. Selain menyisir aliran sungai, petugas juga membersihkan tumpukan sampah kayu yang terbawa arus banjir dan menumpuk di sekitar lokasi kejadian.

“Di sekitar TKP ada banyak sampah kayu yang menumpuk, itu kami bersihkan sambil mengecek kemungkinan adanua korban. Selain itu daerah sungai juga kami sisir sampai ke arah muara sepanjang kurang lebih 2,5 kilometer. Kami juga melakukan penyisiran di pinggir pantai Desa Banjar dan Kalianget,” ucapnya.

Di sisi lain, Bupati Buleleng dr I Nyoman Sutjidra turut meninjau sejumlah wilayah terdampak bencana banjir di Kecamatan Banjar. Dalam peninjauan tersebut, pemerintah daerah memastikan penanganan bencana dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai instansi.

“Sedang diupayakan dengan tim yang terdiri dari anggota BPBD, TNI/Polri, Basarnas, Polair. Semua kita libatkan untuk bisa menyisir bantaran sungai sampai pantai di Kalianget,” ujarnya.

Selain fokus pada pencarian korban, pemerintah daerah juga bergerak cepat menangani kerusakan infrastruktur serta membersihkan material banjir yang menumpuk di permukiman warga.

Sutjidra menyebut dua unit alat berat telah diterjunkan untuk mempercepat proses pembersihan di bantaran sungai serta rumah-rumah warga yang terdampak banjir bandang.

“Ada dua alat berat yang sudah turunkan untuk membersihan bantaran sungai dan di rumah warga yang terdampak,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Buleleng juga mengingatkan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi sewaktu-waktu.

Melalui Dinas Sosial, pemerintah daerah juga mulai menyalurkan bantuan darurat bagi warga terdampak, berupa tenda pengungsian, selimut, alas tidur, serta kebutuhan pokok.(*)

Pewarta: Kadek Yoga Sariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru