Singaraja, koranbuleleng.com | Sekitar 900 kepala keluarga (KK) di Desa Banjar Tegeha, Kecamatan Banjar, Buleleng, mengalami krisis air bersih setelah pipa induk milik desa tersapu banjir bandang yang melanda wilayah setempat pada malam Jumat, 6 Maret 2026. Saat ini kebutuhan air bersih warga harus disuplai oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng.
Kepala Desa Banjar Tegeha, Ida Bagus Komang Sistiadi, mengatakan banjir menyebabkan kerusakan serius pada jaringan pipa desa. Sebagian besar pipa berada di pinggir sungai, bahkan beberapa melintang di aliran sungai.
“Yang pipa IDP itu dia di pinggir di pinggir ini sungai. Itu sekitar 300 meter hilang pipanya,” ujar Sistiadi.
Kerusakan pipa ini berdampak pada lebih dari 2.800 warga yang tersebar di tiga dusun. Untuk mengatasi krisis air, pihak desa telah berkoordinasi dengan BPBD Buleleng, yang menyediakan tiga tandon air untuk suplai sementara ke warga.
Sistiadi menambahkan, sebagian pipa mengalami kerusakan berat, khususnya di medan sulit seperti jurang dan lokasi longsor. Pemerintah desa pun telah menyiapkan rencana perbaikan jangka panjang agar pipa lebih tahan terhadap banjir dan longsor di masa mendatang.
“Nanti rencana perbaikannya mungkin di akan ditinggikan gitu mungkin. Atau ditanam supaya kalau terjadi longsor atau banjir tidak sampai dia putus,” jelasnya.
Selain bergantung pada suplai BPBD, sebagian warga masih memanfaatkan Pam Simas desa yang saat ini mampu melayani sekitar 300–400 jiwa, terutama di Dusun Abian dan Dusun Tengah.
“Kalau besok, ini kan ada pam Simas, kita usahakan lagi 2 hari, 3 hari ini sudah bisa nyambung itu,” kata Sistiadi.
Terkait kerusakan pipa, desa telah mengusulkan bantuan perbaikan kepada pemerintah daerah. “Kita nanti mengusulkan ini biar dibantu. Karena Bumdes ini kan mengandalkan daripada air aja, penghasilannya tidak ada lagi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa, menjelaskan suplai air bersih saat ini dilakukan di enam desa terdampak. Selain BPBD Buleleng, bantuan suplai air juga diberikan oleh Perumda Tirta Hita Buleleng, PUTR Buleleng, PMI, serta BPBD Provinsi Bali.
“Kita sudah lakukan suplay dengan membagi tugas. Ada menggunakan truk dan tandon. Setiap hari kapasitasnya 55.300 liter, kalau kurang diisi lagi,” ujarnya.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

