Singaraja, koranbuleleng.com | Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng memastikan seluruh korban gigitan anjing yang terjadi di kawasan Pasar Buleleng telah mendapatkan penanganan medis berupa vaksin anti rabies (VAR). Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran penyakit rabies yang berpotensi membahayakan keselamatan warga.
Pemerintah daerah melalui fasilitas kesehatan juga menegaskan bahwa vaksin anti rabies tersedia di seluruh layanan kesehatan milik pemerintah di Kabupaten Buleleng.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Sucipto, menyampaikan bahwa proses penanganan terhadap para korban telah dilakukan sejak awal kejadian. Para korban selanjutnya diarahkan untuk melanjutkan rangkaian vaksinasi di puskesmas terdekat.
“Untuk penanganan sudah kami lakukan. Semua korban sudah mendapatkan vaksin. Vaksin tersedia dan sudah diberikan kepada mereka,” ujar Sucipto, Senin, 9 Maret 2026.
Sucipto menjelaskan bahwa dalam kasus gigitan hewan yang berpotensi menularkan rabies, korban umumnya harus menjalani vaksinasi secara bertahap. Jumlah suntikan yang diberikan dapat berbeda tergantung hasil pemeriksaan terhadap hewan yang menggigit.
“Biasanya vaksin diberikan tiga kali. Setelah suntikan pertama, kemudian dilanjutkan setelah tujuh hari dan 14 hari. Tapi itu menunggu hasil pemeriksaan hewannya,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa berdasarkan pola perilaku anjing yang menyerang banyak orang dalam waktu singkat, hewan tersebut diduga kuat terinfeksi rabies. Meski demikian, kepastian mengenai status penyakit masih menunggu hasil uji laboratorium.
Untuk memastikan diagnosis, sampel otak anjing yang menyerang warga rencananya akan diperiksa lebih lanjut di laboratorium di Denpasar oleh tim dokter hewan.
“Kalau melihat perilakunya memang mengarah ke anjing gila, sehingga potensi menularkan rabies ada. Tapi kami tetap menunggu hasil pemeriksaan laboratorium,” katanya.
Sementara itu, Direktur RSUD Kabupaten Buleleng, Ketut Suteja Wibawa, menjelaskan bahwa sebagian besar korban mengalami luka gigitan pada bagian kaki.
Dari total 15 korban yang tercatat, dua di antaranya merupakan anak-anak yang masih berusia enam tahun dan tujuh tahun.
Menurutnya, seluruh korban telah mendapatkan penanganan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) penanganan gigitan hewan penular rabies.
Sebagian besar korban telah diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan awal di rumah sakit. Namun terdapat satu korban yang masih harus menjalani perawatan lanjutan di RSUD Buleleng karena mengalami cedera cukup serius.
“Satu pasien masih menjalani rawat inap karena mengalami patah tulang pada tangan kiri dan memerlukan tindakan operasi,” ucapnya.
Sebelumnya diberitakan, insiden gigitan anjing yang diduga terinfeksi rabies sempat menggegerkan warga di kawasan Pasar Buleleng pada Minggu, 8 Maret 2026.
Peristiwa tersebut terjadi saat aktivitas jual beli di pasar tradisional terbesar di Kota Singaraja itu sedang berlangsung ramai. Seekor anjing tiba-tiba menyerang sejumlah warga yang berada di area pasar.
Sedikitnya 12 orang dilaporkan menjadi korban setelah digigit oleh hewan tersebut. Para korban diketahui berasal dari empat kelurahan berbeda di wilayah Kota Singaraja dan sebagian besar merupakan warga yang tengah berbelanja kebutuhan harian di pasar.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

