Komunitas Singaraja Runner Gelar Charity Run 5K, Galang Donasi Korban Banjir Bandang Desa Banjar

Singaraja, koranbuleleng.com| Bencana banjir bandang yang melanda Desa Banjar, Kecamatan Banjar, beberapa waktu lalu memantik kepedulian berbagai kalangan di Kabupaten Buleleng. Salah satunya datang dari komunitas lari Singaraja Runner yang menginisiasi kegiatan sosial bertajuk Singaraja Charity Run 5K for Banjar.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diajak berolahraga sambil menyalurkan donasi bagi warga yang terdampak bencana. Aksi solidaritas itu berlangsung di Kota Singaraja pada Senin, 9 Maret 2026 dan melibatkan sejumlah komunitas lokal.

- Advertisement -

Ketua Singaraja Runner, Purnama Hadi Kurniawan, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut lahir dari keprihatinan komunitas terhadap kondisi masyarakat di Desa Banjar yang sedang berjuang memulihkan kehidupan setelah diterjang banjir bandang.

“Musibah banjir bandang yang terjadi di Desa Banjar menjadi latar belakang kami di komunitas Singaraja Runner untuk bergerak,” ujarnya.

Ia mengatakan, kegiatan lari amal ini tidak hanya dimaksudkan sebagai aktivitas olahraga semata, tetapi juga sebagai gerakan sosial untuk menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap korban bencana.

Menurut Hadi, seluruh donasi yang terkumpul dari kegiatan tersebut akan disalurkan kepada warga terdampak banjir bandang di Desa Banjar dan sekitarnya.

- Advertisement -

Untuk memastikan pengelolaan bantuan berjalan transparan dan tepat sasaran, Singaraja Runner juga menggandeng Buleleng Social Community sebagai mitra dalam pengumpulan dan penyaluran donasi kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Singaraja Runner juga bekerja sama dengan Buleleng Social Community yang akan membantu mengelola donasi yang masuk serta menyalurkannya kepada masyarakat terdampak di Desa Banjar dan sekitarnya,” kata dia.

Kegiatan sosial tersebut juga melibatkan sejumlah komunitas lain di Kabupaten Buleleng, seperti Kita Pasti Bisa, Early Miles, Pasopati Fight Club, serta Buleleng Social Community.

Meski waktu persiapan tergolong singkat, panitia tetap mampu menggerakkan jaringan komunitas yang ada. Informasi kegiatan disebarluaskan secara cepat melalui grup komunitas dan media sosial sehingga masyarakat dapat berpartisipasi dalam aksi solidaritas tersebut.

Dalam pelaksanaannya, peserta menempuh rute lari sepanjang lima kilometer yang dimulai dari GOR Bhuana Patra Singaraja. Para peserta kemudian melintasi sejumlah ruas jalan utama kota, yakni Jalan Melati, Jalan Pramuka, Jalan Ahmad Yani, Jalan Sudirman, Jalan Udayana, serta Jalan Ngurah Rai sebelum kembali finis di titik awal.

Hadi berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh gerakan sosial yang lahir dari kepedulian masyarakat Buleleng terhadap sesama. “Melalui langkah kecil yang kita lakukan hari ini, kami berharap bisa menghadirkan harapan bagi saudara-saudara kita yang sedang membutuhkan,” ucapnya.(*)

Pewarta: Kadek Yoga Sariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru