Disdikpora Buleleng Siapkan Skema Pembelajaran Sementara di SDN 5 Banjar

Singaraja, koranbuleleng.com| Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng mulai menyiapkan langkah penanganan terhadap dampak banjir yang melanda SDN 5 Banjar, Kecamatan Banjar. Selain merusak fasilitas sekolah, bencana tersebut juga menyebabkan banyak buku pelajaran siswa ikut rusak dan terendam.

Kepala Disdikpora Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, menyebut proses pembersihan lingkungan sekolah hingga kini masih terus dilakukan. Sementara itu, skema pembelajaran sementara juga disiapkan agar kegiatan pendidikan tetap berjalan.

- Advertisement -

“Sesuai dengan arahan, anak-anak kelas 3,4,5 luring, untuk kelas 1,2 dan 3 daring. Saat ini masih dalam pembersihan. Banyak buku yang rusak, kami mencoba identifikasi kebutuhan. Disini ada 67 siswa, kemungkinan akan dikomunikasikan dengan sekolah terdekat sampai ada bantuan pengadaan buku atau mandiri melalui bos,” ujarnya, Rabu, 11 Maret 2026.

Menurutnya, Disdikpora saat ini tengah melakukan pendataan terhadap kebutuhan siswa, khususnya terkait buku pelajaran yang rusak akibat banjir. Koordinasi dengan sekolah-sekolah terdekat juga mulai dilakukan sebagai langkah antisipasi apabila proses pembelajaran harus dipindahkan sementara.

Selain penanganan jangka pendek, pemerintah daerah juga mulai mengkaji solusi jangka panjang untuk memastikan akses pendidikan siswa tetap terjamin. “Untuk penanganan jangka panjang, mencoba mencarikan alternatif dengan sekolah terdekat. Jika ada semacam sekolah bersama, atau merevitalisasi kelas yang ada di bawah untuk diangkat. Kini tergantung kemampuan keuangan daerah. Kalau kita melihat ada SD 7 dan SD 1 Banjar, kemungkinan akan ada regrouping. Cuma ini masih tahap kajian,” ucapnya.

Selain SDN 5 Banjar, dampak banjir juga tercatat terjadi di sekolah lain di wilayah Buleleng. Salah satunya di SMPN 3 Seririt, dimana tembok sekolah dilaporkan mengalami kerusakan akibat terjangan air.

- Advertisement -

Disdikpora Buleleng saat ini masih melakukan asesmen terhadap kerusakan yang terjadi di sekolah tersebut guna menentukan skema pembelajaran yang akan diterapkan. “Dampak sekolah lain. Di SMP 3 Seririt tembok jebol. Kita akan coba asesmen,” kata Surya Bharata.(*)

Pewarta: Kadek Yoga Sariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru