
Singaraja, koranbuleleng.com| Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, menyalurkan bantuan uang tunai kepada puluhan siswa di SDN 5 Banjar, Kabupaten Buleleng. Bantuan tersebut diberikan setelah sekolah itu mengalami kerusakan cukup parah akibat banjir yang menerjang wilayah tersebut pada Jumat malam, 6 Maret 2026.
Bantuan yang disalurkan sebesar Rp800 ribu untuk setiap siswa. Secara keseluruhan terdapat 66 siswa yang saat ini menempuh pendidikan dasar di sekolah tersebut.
Giri Prasta menyebut, langkah ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi para siswa yang harus menghadapi situasi pasca bencana, terutama bagi mereka yang juga terdampak banjir di lingkungan tempat tinggalnya.
“Kami memikirkan kebutuhan dasar para siswa, seperti tas, sepatu, dan buku yang kemungkinan hilang atau rusak akibat banjir. Oleh karena itu, secara pribadi kami memberikan bantuan sebesar Rp800 ribu untuk setiap siswa. Harapannya, anak-anak bisa bangkit kembali dan tidak merasa minder dengan teman-temannya,” ujarnya, ditemui usai memberikan bantuan, Rabu, 11 Maret 2026.
Selain menyalurkan bantuan, Giri Prasta juga memastikan proses pendidikan di SDN 5 Banjar tetap berjalan meski kondisi sekolah belum sepenuhnya pulih. Ia menyebut telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Buleleng untuk menyiapkan skema pembelajaran sementara.
Untuk sementara waktu, kegiatan belajar mengajar akan dilakukan dengan sistem dua shift, memanfaatkan ruang kelas yang masih bisa digunakan. Pemerintah juga mulai membahas kemungkinan dilakukannya regropping dalam proses pendidikan di sekolah tersebut.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Bupati dan Wakil Bupati Buleleng agar proses pembelajaran tetap bisa berlangsung. Untuk sementara, kegiatan belajar akan dibagi menjadi dua rombongan belajar (rombel). Jumlah siswa di sekolah tersebut ada 66 orang, dan dari jumlah itu terdapat sekitar 11 siswa yang terdampak cukup berat,” ucapnya.
Dalam kunjungan tersebut, Giri Prasta juga menyerahkan bantuan kepada salah satu keluarga korban terdampak bencana. Bantuan sebesar Rp50 juta diberikan kepada Kadek Witana, yang kehilangan tiga anggota keluarganya akibat peristiwa tersebut.
“Kami tentu turut prihatin atas musibah yang terjadi. Kami juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas berpulangnya tiga orang korban. Kita semua juga berdoa agar tim dari Basarnas dan BPBD dapat segera menemukan satu korban lainnya yang masih dalam proses pencarian,” ujarnya.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Bali juga mulai membahas langkah penanganan jangka panjang terhadap permukiman warga yang rusak parah akibat banjir. Setidaknya terdapat empat rumah yang mengalami kerusakan berat dan direncanakan akan direlokasi.
Giri Prasta menyebut lokasi rumah sebelumnya akan dialihfungsikan menjadi daerah aliran sungai (DAS) guna mengurangi risiko bencana di masa mendatang.
“Kami akan membantu desa mencarikan lahan melalui tim appraisal, sehingga setiap kepala keluarga dapat memiliki lahan sendiri. Setelah lahan tersedia, kami akan membantu membangun rumah dengan konsep rumah sehat layak huni. Desainnya terdiri dari dua kamar tidur, satu ruang keluarga, satu ruang tamu, serta satu kamar mandi,” kata dia.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

