Singaraja, koranbuleleng.com | Upaya percepatan pekerjaan Penataan Kawasan Wisata Pantai Lovina terus digenjot seiring mendekatnya masa akhir kontrak proyek. Seluruh proyek pun optimistis dapat dituntaskan dan siap diserahterimakan pada awal Juli 2026.
Petugas K3 proyek CV Tenaga Inti, I Gusti Nyoman Tirta, mengungkapkan bahwa capaian pekerjaan hingga saat ini berada di atas target yang telah ditetapkan. Memasuki pekan ke-15, progres fisik pekerjaan disebut telah melampaui rencana awal.
“Hingga minggu ke-15 ini progres pekerjaan masih berada di atas target. Dengan sisa waktu yang ada, apalagk banyak hari raya kami optimis pekerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal dan diserahterimakan pada 2 Juli 2026,” ujarnya, Jumat, 19 Juni 2026.
Secara rinci, progres fisik proyek kini telah menembus angka lebih dari 85 persen. Realisasi tersebut bahkan sedikit melampaui rencana kerja yang berada di posisi 84 persen, atau menunjukkan deviasi positif sekitar 0,6 persen.Hampir seluruh pekerjaan utama di kawasan wisata unggulan Bali Utara itu telah berhasil dituntaskan.
Sejumlah item yang sudah rampung antara lain pembangunan saluran beton drainase, pemasangan beton berpori, instalasi lampu PJU tenaga surya, pemasangan Roman Granit TGSI Bright Yellow Line dan Dot, Roman Granit dPumori Charcoal, pengaspalan Jalan Binaria dan Jalan Mawar, hingga pembangunan fasilitas toilet umum.
Tahapan pekerjaan saat ini lebih banyak difokuskan pada penyelesaian akhir atau finishing. Di antaranya meliputi pemasangan aksesoris pada dua jembatan, penyempurnaan sebagian kecil beton berpori, serta pelengkapan aksesoris lampu penerangan jalan. Dari total 34 tiang PJU yang direncanakan, seluruhnya telah berdiri dan tinggal tahap penyempurnaan.
Meski progres berjalan positif, pelaksanaan proyek tidak lepas dari sejumlah tantangan di lapangan. Salah satunya terjadi saat proses pengaspalan yang terdampak pengalihan arus lalu lintas sehingga pekerjaan sempat melambat.
Selain itu, keberadaan utilitas eksisting juga menjadi perhatian serius tim pelaksana, terutama jaringan pipa PDAM serta kabel internet dari sejumlah provider yang tidak seluruhnya terdata dengan jelas.
“Kami menemukan beberapa jaringan utilitas yang harus ditangani dengan hati-hati, termasuk pipa PDAM dan sejumlah tiang jaringan internet yang pemiliknya tidak diketahui secara pasti. Karena pekerjaan menggunakan alat berat, tentu perlu kehati-hatian agar tidak menimbulkan kerusakan,” jelasnya.
Di tengah keterbatasan waktu pelaksanaan, strategi percepatan tetap dijalankan melalui penambahan jam kerja dan lembur pada beberapa item pekerjaan yang masih tersisa. Upaya ini dilakukan untuk menjaga konsistensi progres agar tetap berada di jalur target penyelesaian.
Program Penataan Kawasan Lovina sendiri merupakan bagian dari pengembangan destinasi wisata di Buleleng dengan total anggaran sekitar Rp14,1 miliar. Lingkup pekerjaan mencakup peningkatan akses jalan, penataan pedestrian, perbaikan fasilitas umum, penataan kawasan pantai, serta penguatan sistem penerangan dan kebersihan lingkungan.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

