Antrean BBM Berlanjut, Polres Buleleng Awasi Penjualan Bensin Eceran

Singaraja, koranbuleleng.com | Polres Buleleng mengawasi penjualan bensin eceran di tengah antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Langkah ini dilakukan untuk mencegah masyarakat dirugikan oleh penjualan BBM dengan harga tinggi maupun kualitas bensin yang tidak terjamin.

Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman mengatakan, pengawasan dilakukan bersamaan dengan pemantauan situasi di 21 SPBU di Kabupaten Buleleng. Kepolisian juga melibatkan TNI dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk menjaga kelancaran arus kendaraan selama antrean berlangsung.

- Advertisement -

Ruzi menyebut, kepadatan kendaraan paling terasa di kawasan perkotaan Singaraja. Tingginya aktivitas masyarakat membuat pengaturan lalu lintas di sekitar SPBU menjadi perhatian, terutama pada jalur masuk dan keluar yang berpotensi menimbulkan kemacetan.

Petugas ditempatkan untuk mengatur pergerakan kendaraan agar antrean tidak meluber ke badan jalan dan mengganggu pengguna jalan lainnya.

Di tengah situasi tersebut, kepolisian meminta masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan akibat kekhawatiran terhadap ketersediaan pasokan. Polres Buleleng mengaku terus berkoordinasi dengan Pertamina untuk memantau stok dan distribusi BBM di wilayah tersebut.

“Kami melakukan pengawasan dan berkoordinasi dengan Pertamina terkait stok BBM. Masyarakat tidak perlu panik karena stok masih ada dan distribusi sudah berjalan. Sekarang tinggal pemulihan saja,” ujarnya, Rabu, 14 Oktober 2026.

- Advertisement -

Pengawasan juga diarahkan pada aktivitas jual beli bensin eceran yang berpotensi merugikan konsumen. Masyarakat diminta mempertimbangkan risiko ketika membeli bensin di luar SPBU, terutama terkait harga dan mutu bahan bakar yang belum tentu dapat dipastikan.

Kepolisian turut mengingatkan warga agar tidak langsung mempercayai informasi mengenai transaksi BBM yang beredar di media sosial. Informasi yang tidak terverifikasi berpotensi memicu keresahan di tengah masyarakat yang sedang menghadapi antrean pengisian bahan bakar.

“Kami akan melakukan pengawasan terhadap pedagang eceran. Masyarakat juga kami imbau agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya,” katanya.

Ruzi juga menegaskan, bahwa di SPBU tidak ada pembelian BBM menggunakan jeriken. Kepolisian akan terus memantau situasi di lapangan bersama instansi terkait untuk menjaga ketertiban selama proses pemulihan distribusi BBM berlangsung.(*)

Pewarta: Kadek Yoga Sariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru