Singaraja, koranbuleleng.com | Aktivitas pembelajaran di SMP Negeri 3 Sawan untuk sementara dialihkan secara daring setelah kebakaran melanda sejumlah bagian bangunan sekolah. Kebijakan ini diberlakukan karena lokasi kejadian masih dipasangi police line untuk kepentingan penanganan pascakebakaran.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, Ida Bagus Gde Surua Bharata mengatakan, kebakaran berdampak pada ruang Bimbingan Konseling (BK), toilet siswa, hingga sebagian gudang.
“Untuk sementara ini kami sudah mengarahkan sekolah untuk melakukan pembelajaran secara daring karena situasi tempat TKP masih ada police line,” ujar Surya Bharata, Senin, 28 September 2026.
Pembelajaran daring dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni Senin dan Selasa. Disdikpora Buleleng mengambil langkah tersebut sembari menunggu petugas dan aparat menyelesaikan pengambilan data di lokasi kebakaran.
“Untuk memastikan dulu petugas ataupun aparat yang menangani terkait dengan tindak lanjut dari pasca kebakaran tersebut untuk memastikan menyelesaikan pengambilan data. Kurang lebih selama dua hari ini, Senin-Selasa kita adakan daring, nantinya kepala sekolah bisa mengkoordinasikan kembali,” kata dia.
Disdikpora Buleleng telah menyiapkan skema agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan setelah kondisi sekolah dinyatakan memungkinkan untuk kembali menggelar pembelajaran tatap muka.
Sekolah diminta untuk mengatur pemindahan kelas yang terdampak ke ruangan lain. Ruang laboratorium Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) disiapkan untuk menampung siswa dari kelas yang terdampak.
“Dari sisi pengaturan kelas, itu sudah dilakukan oleh kepala sekolah. Satu kelas yang terdampak itu bisa direlokasi menggunakan ruang TIK. Kemudian toilet, itu bisa digunakan ruang toilet yang digunakan untuk guru,” terangnya.
Ruang kelas yang terdampak merupakan kelas 8H. Ruangan tersebut berada di sisi timur sekolah dan untuk sementara dialihkan ke laboratorium TIK.
Nasib bangunan yang terdampak kebakaran belum diputuskan. Disdikpora Buleleng masih menunggu hasil pemeriksaan untuk menentukan apakah bangunan tersebut masih dapat direhabilitasi atau harus dibongkar.
Surya Bharata menyebut, asesmen dilakukan untuk mengetahui tingkat kerusakan sekaligus memastikan kelayakan bangunan sebelum pemerintah menentukan langkah perbaikan.
“Untuk perbaikan kita masih menunggu dulu. Memastikan dulu apakah kondisi bangunan itu bisa diperbaiki atau dibongkar. Kami masih menunggu hasil asesmen dari BPBD dan nantinya dari Dinas PU untuk kelayakan bangunannya,” kata dia.
Setelah hasil asesmen diterima, penanganan bangunan yang terdampak akan diprogram melalui Disdikpora Buleleng.
Surya Bharata menambahkan, pihaknya telah meminta sekolah menghentikan penggunaan tempat sampah yang berada di sekitar lokasi kebakaran.
Langkah tersebut diambil karena area tersebut dinilai memiliki potensi risiko bagi siswa, terlebih terdapat pangkung atau bagian yang berkaitan dengan aliran sungai di sekitar lokasi.
“Kami sudah arahkan kepala sekolah agar tidak menggunakan tempat sampah tersebut kembali. Karena disana juga agak rawan karena ada semacam pangkung, sehingga anak-anak tidak kesana,” ucapnya.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

