Singaraja, koranbuleleng.com | Penataan kawasan Pelabuhan Buleleng mulai mengubah wajah Gedung Mr I Gusti Ketut Pudja atau Gedung Imako. Salah satu perubahan utama dalam proyek bernilai sekitar Rp4,99 miliar itu adalah membuka sisi utara bangunan agar aktivitas di dalam gedung terhubung dengan pemandangan laut.
Selama ini, bagian dalam gedung relatif tertutup dari arah pesisir. Melalui penataan tersebut, sisi utara akan dibuat lebih terbuka sehingga pengguna gedung dapat menikmati pandangan langsung menuju laut.
Kepala Dinas PUPR Perkim Buleleng I Putu Adiptha Eka Putra mengatakan, pekerjaan penataan telah mencapai sekitar 10 persen. Progres tersebut masih berjalan sesuai jadwal kontrak.
“Progresnya baru di kisaran 10 persen, tetapi memang masih sesuai schedule. Kami tetap monitor perkembangannya,” ujar Adiptha, Selasa, 29 September 2026.
Konsep penataan tidak hanya menyentuh tampilan bangunan. Bagian dalam Gedung Imako juga dibenahi agar lebih nyaman digunakan sebagai ruang multifungsi.
Salah satu bagian yang diperbaiki adalah panggung. Posisi panggung akan diatur kembali karena sebelumnya terlalu tinggi sehingga penonton yang berada di barisan depan dinilai kurang nyaman saat mengikuti kegiatan.
“Panggungnya kami atur supaya lebih nyaman. Jadi kalau orang duduk di depan panggung tidak terlalu tinggi melihatnya,” jelasnya.
Pembenahan juga menyasar fasilitas sanitasi. Toilet yang sebelumnya berada di dalam bangunan akan dipindahkan ke luar gedung. Fasilitas baru tersebut disiapkan agar kegiatan di dalam ruang utama tidak terganggu.
Adiptha mengatakan pemindahan toilet juga berkaitan dengan persoalan kenyamanan yang selama ini muncul, termasuk gangguan bau di dalam gedung.
“Untuk toilet kami buat di luar, jadi tidak mengganggu orang yang sedang beraktivitas di dalam. Di dalam nanti lebih fokus untuk kegiatan multifungsi,” kata pejabat asal Kelurahan Banyuasri, Buleleng ini.
Selain perubahan tersebut, interior gedung juga mendapat pembenahan. Penataan diarahkan agar Gedung Imako tidak hanya berfungsi sebagai bangunan kegiatan, tetapi menjadi bagian yang lebih menyatu dengan kawasan Pelabuhan Buleleng.
Paket penataan kawasan Pelabuhan Buleleng tersebut memiliki nilai kontrak sekitar Rp4,99 miliar dan dikerjakan oleh kontraktor DINASTY. Hingga kini pekerjaan masih berlangsung tanpa kendala berarti di lapangan.
Pemkab Buleleng juga mengantisipasi kondisi cuaca yang mulai berubah menjelang musim hujan. Kontinuitas material dan tenaga kerja menjadi perhatian agar pengerjaan tidak terganggu.
“Kami tetap antisipasi material, tenaga, dan sebagainya. Pasokannya harus terus kontinu sehingga tidak mengganggu jadwal pekerjaan mereka di lapangan,” jelas Adiptha.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

