Debit Air Menurun, Lima Desa di Buleleng Kesulitan Air Bersih

Singaraja, koranbuleleng.com | Musim kemarau mulai menekan ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Buleleng. Hingga September 2026, penanganan kekurangan pasokan air telah mendorong distribusi air bersih secara kumulatif mendekati 800 ribu liter.

Distribusi tersebut dilakukan secara bersama oleh BPBD Buleleng, PMI, Kementerian Pekerjaan Umum, PDAM dan pemerintah kecamatan. Sedikitnya lima desa kini telah mendapat fasilitasi untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

- Advertisement -

Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, Gede Suyasa, mengatakan kondisi tersebut terjadi setelah debit air dari sejumlah jaringan pipa mengalami penurunan.

“Karena debit air yang dari pipa mereka sudah menurun ya, jadi mereka butuh untuk keperluan sehari-hari lah,” ujarnya, Rabu, 30 September 2026.

Lima desa yang telah mendapat penanganan berada di tiga kecamatan. Yakni Desa Tejakula, Madenan dan Sambirenteng di Kecamatan Tejakula, Desa Sinabun di Kecamatan Sawan, serta Desa Cempaga di Kecamatan Banjar.

Kebutuhan air di masing-masing wilayah memiliki durasi berbeda. Di Sinabun, permintaan pasokan air bersih telah berlangsung hampir satu bulan. Sedangkan Cempaga telah menerima distribusi selama lebih dari dua pekan.

- Advertisement -

Penanganan di Cempaga sebelumnya dilakukan BPBD Buleleng. Namun, distribusi kemudian dilanjutkan Kementerian PU karena BPBD harus membagi penanganan ke wilayah lain yang juga membutuhkan pasokan air.

“Lima desa sudah kita fasilitasi dengan pengiriman air bersih, juga fasilitasi peminjaman tandon,” ucapnya.

Sementara di Madenan, kebutuhan air terutama berasal dari salah satu sekolah. Meski demikian, air yang dikirim juga dimanfaatkan masyarakat di sekitar sekolah.

Pembagian penanganan dilakukan sesuai wilayah dan kapasitas masing-masing instansi. Untuk Sinabun, BPBD masih melakukan distribusi. Madenan mendapat dukungan PMI, sedangkan kebutuhan di Sambirenteng direncanakan selanjutnya ditangani PDAM Unit Sambirenteng.

“Sinabun kita yang handle, kemudian di Madenan dari PMI, dan dari Sambirenteng rencana lanjutannya setelah kita nanti akan ditanggulangi oleh PDAM Unit Sambirenteng,” jelasnya.

Berdasarkan rekap sementara BPBD Buleleng hingga pertengahan September 2026, total distribusi air bersih yang dihimpun dari penanganan bersama sejumlah instansi telah mendekati 800 ribu liter. Angka tersebut merupakan akumulasi distribusi sejak Januari hingga September.

Suyasa mengatakan jumlah itu masih memungkinkan bertambah karena BPBD masih menghimpun data distribusi dari seluruh instansi yang terlibat dalam penanganan kekurangan air.

Data Pusdalops-PB BPBD Buleleng per 29 September 2026 mencatat distribusi air bersih BPBD dengan kategori akibat kekeringan mencapai 142 ribu liter.

Distribusi BPBD tersebut terdiri dari 80 ribu liter untuk Desa Cempaga, 5 ribu liter di Tigawasa, 52 ribu liter di Sinabun dan 5 ribu liter di Tejakula.

Di luar distribusi BPBD, PMI Buleleng mencatat penyaluran 290 ribu liter air bersih sepanjang Juli hingga September 2026. Sementara Kementerian PU mencatat distribusi sebanyak 44 ribu liter selama September 2026.

Penanganan distribusi air bersih masih berlanjut seiring menurunnya pasokan air di sejumlah wilayah. BPBD juga masih melakukan pemetaan kebutuhan untuk memastikan desa yang mengalami penurunan debit air mendapat penanganan sesuai kondisi lapangan.(*)

Pewarta: Kadek Yoga Sariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru