Singaraja, koranbuleleng.com | Jumlah kendaraan listrik di Bali terus bertambah. PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Bali mencatat sebanyak 17.725 unit kendaraan listrik beroperasi di Pulau Dewata hingga Oktober 2026, meningkat sekitar 26,6 persen dibandingkan Maret 2026 yang tercatat sekitar 14.000 unit.
Pertumbuhan tersebut turut diikuti penambahan fasilitas pengisian daya. Di Kabupaten Buleleng, Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) baru mulai beroperasi di Hotel Taman Sari, Kecamatan Gerokgak, sejak Jumat, 9 Oktober 2026.
Jumlah kendaraan listrik di Bali sebelumnya tercatat sekitar 15.000 unit pada Juli 2026. Dengan demikian, dalam kurun tiga bulan hingga Oktober, jumlahnya bertambah sekitar 2.725 unit.
Meningkatnya jumlah kendaraan listrik menjadi salah satu konteks pengembangan infrastruktur pengisian daya, termasuk di kawasan Bali Barat. SPKLU di Gerokgak menambah pilihan lokasi pengisian bagi pengguna kendaraan listrik yang melintasi jalur Gilimanuk–Singaraja maupun wisatawan yang berkunjung ke Bali Barat dan Bali Utara.
Manager PLN ULP Gilimanuk, I Made Supriadi, mengatakan, penambahan SPKLU di lokasi strategis diperlukan untuk memperluas akses pengisian daya bagi pengguna kendaraan listrik.
“Seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik, kebutuhan akan titik pengisian daya yang mudah dijangkau juga semakin penting,” ujaenya, Senin, 12 Oktober 2026.
SPKLU Hotel Taman Sari menggunakan teknologi fast charging dengan daya 50 kilowatt (kW). Fasilitas tersebut dilengkapi konektor CCS2 dan CHAdeMO untuk melayani kendaraan yang kompatibel.
PLN mendorong penambahan fasilitas pengisian daya melalui program PLN Smart Tourism Business dengan menggandeng pelaku usaha pariwisata. Skema ini membuka peluang bagi hotel untuk menyediakan fasilitas pengisian daya bagi tamu yang menggunakan kendaraan listrik.
“Penambahan SPKLU di lokasi strategis seperti hotel dapat memberikan alternatif pengisian bagi wisatawan sekaligus mendukung daya tarik destinasi yang semakin adaptif terhadap penggunaan kendaraan listrik,” kata Supriadi.
Sementara itu, Kepala Transport Hotel Taman Sari, Wayan Ardika mengatakan, keberadaan fasilitas pengisian daya tersebut menjadi bagian dari upaya hotel menyesuaikan layanan dengan kebutuhan wisatawan.
“Fasilitas ini juga menjadi bagian dari upaya kami untuk menyesuaikan layanan serta mendukung perkembangan kebutuhan wisatawan,” kata Ardika.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

