Singaraja, koranbuleleng.com | Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja membuka peluang bagi siswa berprestasi di Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) 2026 untuk melanjutkan pendidikan tinggi melalui jalur penerimaan khusus. Kampus negeri di Bali Utara ini menjanjikan penerimaan tanpa tes bagi peraih juara 1, 2, dan 3 dari seluruh 11 kategori lomba, dengan pengecualian program studi di Fakultas Kedokteran.
Kebijakan tersebut menjadi bentuk apresiasi Undiksha terhadap prestasi siswa sekaligus upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda yang mampu menunjukkan kreativitas dan inovasi.
Rektor Undiksha, I Wayan Lasmawan, menyampaikan komitmen tersebut saat membuka FIKSI 2026 pada Selasa (13/10). Menurutnya, para pemenang mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan di Undiksha tanpa harus mengikuti tes masuk, kecuali untuk program studi di Fakultas Kedokteran yang tetap mensyaratkan tes.
“Juara 1, 2, dan 3 dari 11 kategori di FIKSI ini masing-masing akan diterima langsung di Undiksha tanpa tes, kecuali di luar prodi-prodi di Fakultas Kedokteran itu harus melalui tes,” ujar Lasmawan.
Lasmawan berharap, kesempatan tersebut dapat mendorong siswa mengembangkan kemampuan dan menghasilkan karya yang lebih baik. Ia juga ingin Undiksha semakin dikenal sebagai kampus yang terbuka bagi pelajar untuk mengembangkan potensi sejak dini.
“Saya berharap bahwa kehadiran para siswa ke Undiksha ini memberikan pengalaman baru dan nuansa bagi Undiksha, bahwa Undiksha ini adalah kampus yang ramah terhadap siswa dan untuk belajar karya yang lebih baik,” katanya.
Di sisi lain, FIKSI 2026 tidak hanya memberikan ruang bagi siswa untuk berkompetisi. Ajang ini juga menjadi sarana mengembangkan gagasan bisnis agar memiliki nilai ekonomi dan berpeluang tumbuh menjadi usaha berkelanjutan.
Kepala Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Maria Veronica Irene Herdjiono menegaskan, bahwa siswa perlu didorong untuk membangun usaha, bukan semata-mata berorientasi menjadi pencari kerja setelah menyelesaikan pendidikan.
“Kita membayangkan mereka tidak lagi mencari pekerjaan, tapi mereka bisa menciptakan pekerjaan,” ujarnya.
Pemerintah juga membuka peluang dukungan pendidikan lanjutan bagi siswa berprestasi melalui Beasiswa Talenta Indonesia. Program yang dijalankan melalui kerja sama Pusat Prestasi Nasional dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tersebut dapat diakses sesuai mekanisme dan persyaratan yang berlaku.
Tidak hanya pada aspek pendidikan, Kemendikdasmen juga tengah menjajaki perluasan pemasaran produk peserta FIKSI melalui Smesco Indonesia dan katalog Kementerian UMKM. Upaya ini diharapkan dapat membantu produk hasil inovasi siswa menjangkau pasar yang lebih luas setelah kompetisi selesai.
FIKSI 2026 di Undiksha diikuti 110 tim dari 86 sekolah di Indonesia serta satu sekolah dari Malaysia. Sebanyak 11 bidang kewirausahaan dipertandingkan, mencakup agribisnis, kuliner, teknologi digital, fesyen, seni rupa, dan desain.
Melalui kompetisi ini, peserta berkesempatan mempresentasikan ide bisnis, memperkenalkan produk, serta memperluas wawasan kewirausahaan melalui seminar dan kegiatan pendukung lainnya.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

