Pembersihan Kapal Tanker Cinta Natomas Capai 70 Persen

Singaraja, koranbuleleng.com | Pembersihan kapal tanker Floating Storage Offloading (FSO) Cinta Natomas yang bersandar di Pelabuhan Celukan Bawang, Kabupaten Buleleng, telah mencapai lebih dari 70 persen. Dari total 13 kompartemen tangki, sembilan di antaranya sudah dibersihkan, termasuk dari sisa minyak yang mengeras dan masuk kategori limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

General Manager PT Pertamina EP Zona 11, Zulfikar Akbar mengatakan, Pertamina menangani limbah hasil pembersihan dengan mengangkutnya ke darat sebelum dikirim ke fasilitas pengolahan limbah berizin di Mojokerto, Jawa Timur. Seluruh proses pembersihan kapal yang dibuat pada 1972 itu ditargetkan rampung pada pertengahan November 2026.

- Advertisement -

“Sudah 70 persen lebih. Dari total 13 kompartemen, sembilan sudah kami bersihkan,” kata Zulfikar, Kamis, 15 Oktober 2026. 

Limbah yang dibersihkan dari dalam tangki berupa sludge, yakni sisa minyak yang menempel dan mengeras setelah bertahun-tahun tersimpan. Karena tergolong limbah B3, material tersebut harus ditangani melalui fasilitas pengolahan yang memiliki izin resmi.

“Kapal ini dibuat pada 1972 dan digunakan untuk menampung minyak. Lama-kelamaan, minyak menempel dan mengeras di dalam tangki. Sisa minyak tersebut disebut sludge, yakni minyak yang sudah tidak bisa dimanfaatkan. Karena termasuk limbah B3, material itu kami kirim ke perusahaan pengolahan limbah yang memiliki izin resmi untuk ditangani,” terangnya.

Pertamina telah mengangkut limbah menggunakan dua kapal. Pengangkutan berikutnya direncanakan menjadi tahap terakhir untuk memindahkan sisa limbah setelah proses pembersihan selesai.

- Advertisement -

“Kemungkinan di akhir bulan ini ada kapal ketiga untuk mengangkut sisa limbah. Setelah itu, pada pertengahan November, kapal dinyatakan bersih,” kata Zulfikar.

Selama pengerjaan, Pertamina memasang oil boom atau penghalang minyak di sekitar kapal untuk mengantisipasi kemungkinan minyak keluar dan menyebar ke perairan. Menurut Zulfikar, hingga saat ini pihaknya belum menemukan minyak yang keluar dari kapal selama proses pembersihan berlangsung.

“Sejauh ini tidak ada kebocoran yang keluar,” ujarnya.

Kapal FSO Cinta Natomas telah bersandar di Pelabuhan Celukan Bawang sejak Desember 2018. Setelah pembersihan selesai, Pertamina akan melanjutkan tahapan administrasi untuk menghapus kapal tersebut dari daftar aset perusahaan.

Selama proses pembersihan, posisi kapal terkadang terlihat miring. Zulfikar menjelaskan, perubahan posisi tersebut terjadi karena petugas membersihkan tangki secara bergantian sehingga distribusi beban di dalam kapal ikut berubah. Posisi kapal diperkirakan kembali seimbang setelah seluruh tangki selesai dibersihkan.

Pertamina selanjutnya akan mengajukan penghapusan aset kapal kepada Kementerian Keuangan. Pelelangan baru dapat dilakukan setelah perusahaan memperoleh persetujuan dari kementerian tersebut.

“Setelah ada persetujuan Kementerian Keuangan, kami akan tenderkan untuk kemudian dilakukan penghapusan aset,” kata dia.(*)

Pewarta: Kadek Yoga Sariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru