Pengiklan Tak Lagi Hanya Memburu Traffic, Media Lokal Dituntut Kenali Komunitas

Jakarta, koranbuleleng.com | Media lokal dituntut mengembangkan sumber pendapatan di luar trafik kunjungan website dengan memperkuat komunitas dan membangun kedekatan dengan audiens. Strategi ini mengemuka dalam konferensi penutup Local Media Summit (LMS) 2026 di Manhattan Hotel Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Dalam konferensi bertajuk Beyond Media Business: Innovative Local Wisdom Revenue Model, sejumlah pengelola media berbagi pengalaman membangun bisnis yang tidak hanya bertumpu pada website, tetapi juga media sosial dan kegiatan komunitas.

- Advertisement -

Para pembicara terdiri dari Muhammad Abduh, Pemimpin Redaksi Pantura Post, Wiwi dari Pontianak Info Media, Annisa Rahmatillah, CEO Sukabumi Update, serta Abdul Qohar, CEO BlokBojonegoro.

Mereka mengungkapkan, pengiklan kini tidak hanya menanyakan jumlah trafik. Profil audiens, kesesuaian komunitas dengan produk, hingga eksposur merek turut menjadi pertimbangan dalam menjalin kerja sama.

Perubahan tersebut mendorong media lokal mengembangkan model bisnis yang lebih beragam. Website dan media sosial menjadi pintu masuk untuk membangun audiens, sedangkan kegiatan komunitas dan penyelenggaraan acara membuka peluang pendapatan baru.

Penguatan komunitas juga membantu media mengenali karakter audiens sehingga dapat menawarkan kerja sama yang lebih relevan kepada pengiklan.

- Advertisement -

Di tengah perubahan industri digital, keberlanjutan media tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya perusahaan atau tingginya trafik. Kemampuan beradaptasi dan membangun audiens loyal menjadi bagian penting dalam menjaga kelangsungan bisnis.

Pemerintah Dorong Media Perkuat Ekonomi Daerah

Dukungan terhadap penguatan industri media lokal turut disampaikan Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Haryo Limanseto, yang hadir mewakili Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada hari kedua LMS 2026.

“Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan apresiasi kepada Suara.com dan International Media Support (IMS) atas penyelenggaraan forum ini sebagai wadah kolaborasi dan memperkuat ekosistem industri media lokal yang mandiri dan berkelanjutan,” papar Haryo Limanseto mengawali pidatonya.

Menurut Haryo, media lokal memiliki peluang memperluas promosi produk UMKM, pariwisata, dan potensi unggulan daerah melalui pemanfaatan teknologi digital.

“Dengan 235 juta pengguna internet pada 2026, media lokal tentu berpeluang memperluas promosi produk UMKM-nya, pariwisata, dan potensi keunggulan daerah. Kemitraan dapat digembangkan melalui pemasaran digital, produksi konten kreatif, dan kegiatan komunitas sebagai sumber pendapatan baru dari media lokal,” lanjutnya.

Ia berharap kolaborasi antarpemangku kepentingan dapat memperkuat kemandirian industri media lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

LMS 2026 diselenggarakan Suara.com bersama International Media Support (IMS), organisasi nirlaba asal Denmark yang mendukung kebebasan pers. Kegiatan tahunan yang berlangsung pada 22–23 Oktober 2026 tersebut menghadirkan workshop, konferensi, talkshow, learning session, dan networking untuk mendorong pengembangan media lokal.

Selain pengembangan bisnis, forum ini membahas adaptasi teknologi, keamanan digital, kebebasan berekspresi, serta tantangan media muda dalam membangun ekosistem informasi yang kredibel dan berkelanjutan.(*)

Pewarta: I Putu Nova Anita Putra

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru