More

    Musisi dan Seniman Kontemporer Kolaborasi untuk Album Rare

    Singaraja, koranbuleleng.com| Musisi dari Buleleng Gde Kurniawan masih tetap menjadi musisi yang produktif. Meskipun saat ini masih dalam situasi Pandemi COVID-19, musisi dari Lingkungan Bale Agung, Kelurahan Paket Agung ini tetap berkreasi dengan mendaur ulang gending rare, yang melibatkan banyak musisi dan juga seniman.

    Gde Kurniawan tidak menampik jika di masa pandemic COVID-19 saat ini, tidak ada event yang digelar sebagai tempat menyalurkan kreativitas para musisi khususnya di Kabupaten Buleleng. Namun hal itu tidak membuatnya terpuruk. Pemilik Demores Rumah Musik ini justru memanfaatkan situasi tersebut untuk berkreativitas di studio musik miliknya. Hingga kemudian munculah ide untuk mendaur ulang gending rare, lagu anak-anak berbahasa Bali.

    Sampai dengan saat ini, sudah ada lima lagu yang selesai digarap. Empat lagi diantaranya sudah dirilis melalui kanal youtube Demores Rumah Musik. Empat lagu itu masing-masing Jenggot Uban, Janger, Dije Bulane, dan sebuah karya baru ciptaannya sendiri berjudul Nau Ngoyong di Desa.

    “Proyek gending rare ini nantinya ditargetkan akan menjadi sebuah album dengan berisi delapan hingga sepuluh lagu,” ceritanya.

    Dalam proses penggarapan project gending rare ini, Gde Kurniawan juga melibatkan banyak musisi dan juga seniman. Tidak tanggung-tanggung, juara cipta lagu tingkat nasional AFI ini menggaet maestro tapping gitar asal Batuan Gianyar, Wayan Balawan. Selain itu, ada juga Donnie gitaris dari Lolot Band, Vishnu, Dewa Krisna Harmonia, dan Nanda Mahesa serta beberapa musisi lainnya.

    Untuk seniman, Gde Kurniawan menggaet penari kontemporer Dekgeh yang ditampilkan di klip video dengan gaya siluet berjudul ‘Dije Bulane’.

    Yang menarik adalah latar belakang dari project Gending rare ini. Gitaris band #akebuleleng ini menyebut jika keprihatinan fenomena saat ini melihat anak-anak menyanyikan lagu dewasa menjadi sebuah alasan.

    “Kenapa lagu anak-anak (gending rare) kok dinyanyikan oleh orang dewasa? Jawaban saya sederhana supaya seimbang. Sejak beberapa tahun lalu hingga sekarang zaman tiktok anak-anak justru lebih sering menyanyikan lagu orang dewasa, sekarang giliran kita megending rare,” pungkasnya. |RM|

    Berita Terpopuler

    Related articles