Singaraja, koranbuleleng.com | Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan menyelimuti kawasan Kampung Baru, Singaraja, Minggu 12 April 2026. Ratusan warga dari berbagai usia tampak antusias mengikuti jalan santai yang menjadi rangkaian Perayaan Hari Bertahtanya Yang Mulia Kongco Seng Hong Ya ke-117 di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Seng Hong Bio.
Kegiatan jalan santai ini turut diikuti Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna. Kehadiran orang nomor dua di Buleleng tersebut menjadi simbol dukungan pemerintah daerah terhadap kehidupan masyarakat yang rukun dalam keberagaman.
Sejak pukul 06.00 WITA, warga mulai berdatangan dan berkumpul di areal TITD Seng Hong Bio. Mereka datang bersama keluarga, sahabat, hingga kelompok komunitas. Anak-anak, remaja, dewasa, bahkan lansia tampak berbaur dalam suasana gembira, menunjukkan bahwa perayaan budaya dan keagamaan dapat menjadi ruang bertemu seluruh lapisan masyarakat.
Peserta jalan santai dilepas langsung oleh Wabup Supriatna didampingi Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Buleleng Nyoman Widiartha dengan pengibasan bendera. Sepanjang perjalanan, peserta semakin semarak karena diiringi atraksi Barong Sai yang menambah warna budaya dalam kegiatan tersebut.
Rute jalan santai dimulai dari kawasan TITD Seng Hong Bio, kemudian melintasi sejumlah ruas jalan utama Kota Singaraja, yakni Jalan Pulau Sumba, Jalan Surapati, Jalan Erlangga, Jalan Imam Bonjol, Jalan Gajah Mada, Jalan Letkol Wisnu, Jalan Pramuka, Jalan Diponegoro, kembali ke Jalan Erlangga, melewati Jembatan Belanda, dan berakhir di TITD Seng Hong Bio.
Usai mengikuti jalan santai, Wabup Supriatna menyampaikan apresiasi kepada panitia serta seluruh masyarakat yang terlibat dalam perayaan tersebut. Ia menilai kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi juga cermin nyata toleransi dan penghormatan antarumat beragama yang tumbuh kuat di Buleleng.
Menurutnya, perayaan ini menunjukkan bahwa tradisi yang diwariskan turun-temurun mampu menjadi pengikat persaudaraan dan memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan wujud toleransi serta semangat menjaga nilai-nilai luhur dan tradisi secara turun-temurun. Kegiatan ini pula mencerminkan keragaman budaya yang dimiliki Buleleng,” ujar Supriatna.
Ia juga menyoroti keberadaan TITD Seng Hong Bio sebagai salah satu klenteng tertua di Buleleng yang menjadi bukti sejarah panjang akulturasi budaya dan agama di wilayah tersebut. Bagi Supriatna, keberadaan Seng Hong Bio bukan hanya rumah ibadah, tetapi juga penanda bahwa sejak dahulu Singaraja telah tumbuh sebagai kota yang terbuka dan menerima perbedaan.
“Keberadaan salah satu klenteng tertua di Buleleng adalah Seng Hong Bio, ini menunjukkan Buleleng mempunyai keberagaman akulturasi agama dan budaya sejak terdahu,” katanya.
Supriatna pun mengajak masyarakat, khususnya umat Buddha dan penganut Tri Dharma, untuk terus menjaga warisan budaya serta nilai-nilai kebersamaan yang hidup di lingkungan Seng Hong Bio.
Lebih lanjut, ia menegaskan perayaan ini menjadi momentum penting untuk menjaga persatuan dan kebersamaan masyarakat, sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga tanpa memandang latar belakang.
“Perayaan ini menjadi momentum untuk menjaga persatuan dan kebersamaan serta mempererat tali silaturahmi warga. Saya berharap perayaan ini dapat menjadi sumber inspirasi bagi kita semua dalam menanamkan nilai-nilai kebajikan serta meningkatkan kepedulian sosial demi mewujudkan masyarakat Buleleng yang harmonis dan sejahtera,” ucapnya.
Perayaan Hari Bertahtanya Yang Mulia Kongco Seng Hong Ya ke-117 sendiri digelar dengan berbagai kegiatan sosial dan budaya. Selain jalan santai, panitia juga menyelenggarakan donor darah, lomba melukis, lomba mewarnai, sembahyang Lo Cu, panggung hiburan, serta atraksi barongsai dan liong.
Rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya memperkuat nilai spiritual, tetapi juga menghadirkan ruang interaksi sosial yang mempererat persaudaraan lintas komunitas. Seng Hong Bio kembali menjadi titik temu budaya, tempat toleransi dirayakan, dan kebersamaan tumbuh dalam semangat Buleleng yang damai. (*)
Pewarta :I Putu Nova Anita Putra

