Puting Beliung, Hujan dan Banjir Landa Buleleng

Singaraja, koranbuleleng.com | Curah hujan yang ekstrim memicu banjir di sejumlah wilayah di Singaraja, Buleleng. Sebelumnya juga muncul angin puting beliung diatas perairan di wilayah Desa Kubutambahan, Buleleng.

Beberapa lokasi terlihat banjir yang cukup parah yakni di Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada. Aliran air sangat deras melintasi jalan raya. Desa yang berbatasan langsung dengan Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng ini, di setiap musim hujan selalu terjadi banjir besar.  

- Advertisement -

Saluran air di kawasan tersebut tidak cukup menampung air bah, selain itu terlihat banyak sampah terbawa aliran air hingga memenuhi selokan. Akibatnya, air meluap ke jalan raya hingga di Desa Baktiseraga.

Dari pantauan koranbuleleng.com, salah satu titik terjadinya luapan air terjadi di drainase tepatnya di depan gang Lely, Banjar Babakan, Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Buleleng.  Ketinggian luapan air mencapai sekitar 40 centimeter. Air pun sempat menggenangi rumah warga yang lebih rendah dari jalan. 

Perbekel Desa Sambangan, Nyoman Sudarsana mengatakan, setiap tahunnya ketika hujan deras drainase tersebut sering meluap. Hal itu disebabkan karena drainase yang ada di depan gang tersebut tidak cukup untuk menampung aliran air yang cukup tinggi. 

“Kalau hujannya tidak deras air yang tidak akan meluap, namun seperti sekarang ini hujan yang deras sehingga menyebabkan debit air yang masuk ke drainase tidak cukup. Sehingga membuat air meluap ke aspal,” ujarnya. 

- Advertisement -

Sudarsana menyebut, Dinas PUTR Kabupaten Buleleng setiap harinya telah melakukan pembersihan di sepanjang drainase yang ada di sepanjang jalan Srikandi. Pihaknya berharap, ketika diadakan perbaikan tehadap drainase tersebut, bisa dilakukan perbaikan total. 

“Namun ketika hujan debit air tinggi air yang ada di drainase itu tidak cukup menampung. Kita harapkan kalau bisa ada perbaikan total tehadap drainase di sepanjang jalan Srikandi,” Katanya. 

Selain curah hujan tinggi yang memicu banjir, masyarakat juga dihebohkan dengan kemunculan fenomenawaterspout atau angina putting beliung diatas perairan diDesaKubutambahan.Masyarakat setempat juga menyebut fenomena tersbeut sebagai anginucur-ucur.

Ucur-ucur tersebut terlihat dari wilayah perairan Pantai Ponjok Batu hingga Banjar Dinas Kaja Kangin  Desa/Kecamatan Kubutambahan. Sejumlah warga sempat merekamdan memposting dimediasosial.

Dalam video yang tersebar di media sosial, angin tersebut terlihat jelas dari kerumunan warga desa setempat. Kebetulan saat itu sedang menggelar persembahyangan di pinggir pantai, serangkaian dengan upacara piodalan di Pura Dalem Puri, Desa Kubutambahan. 

“Saat itu warga mau melarung banten ke laut, dengan membunyikan gong. Tiba-tiba muncul ucur-ucur itu. Jadi tidak ada ritual khusus yang dilakukan warga untuk mengusir ucur-ucur itu. Itu fenomena alam yang kebetulan terjadi. Warga meyakini fenomena itu merupakan turunnya Ida Betara Solo di Pura Dalem Puri,” jelas Perbekel Kubutambahan, Gede Pariadnyana.

Warga melihat fenomena waterspout atau puting beliung diatas perairan

Pariadnyana menyebut angina tersebut merusak dua unit rumah milik warga setempat. Atap rumah yang rusak milik milik warga di wilayah Segara Kubuanyar, Desa Kubutambahan,yakni Gede Bagiada dan Made Witastra.

“Ada atap dua rumah warga terbang disapu ucur-ucur itu. Saat ini kedua korban sedang mengungsi ke rumah kerabatnya,” katanya. 

Dengan kejadian ini, Pariadnyana mengimbau kepada warga di Desa Kubutambahan untuk selalu waspada.

“Selalu waspada, mudah-mudahan tidak terjadi bencana yang besar,” tutupnya.

Sementara Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, Putu Ariadi Pribadi mengatakan petugas BPBD masih melakukan pemantauan terhadap lokasi banjir yang ada di Buleleng.

Di laporkan di perempatan pantai Penimbangan, Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng juga terjadi banjir  dengan tinggi sekitar 30 sentimeter menggenangi sepanjang 50 meter ruas jalan. 

“Longsor belum ada info, baru ada laporan pohon tumbang terjadi di Bengkala. Sudah ditangani aparat desa, camat, dan warga setempat,” ujarnya. 

Selain di Desa Bengkala, di KM 13 pohon di Desa Gigit, Kecamatan Sukasada, Buleleng, juga terdapat pohon tumbang dan telah ditangani. |YS|

Komentar

Related Articles

spot_img

Latest Posts