RSUD Buleleng Padukan Garden Healing Therapy Dirancang dengan Green Hospital

Singaraja, koranbuleleng.com | Garden Healing Teraphy sebagai salah satu program inovasi dari RSUD Buleleng terus dikembangkan. Kedepan, manajemen rumah sakit akan mengembangkan inovasi lainnya, yakni Green Hospital yang berkorelasi dengan Garden Healing Therapy tersebut.   

Program yang sudah dilaksanakan sejak bulan Maret 2021 ini merupakan komitmen RSUD untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

- Advertisement -

Selama ini penyembuhan terhadap pasien masih mengesampingkan aspek psikologis dari pasien karena terlalu fokus terhadap tindakan medis dan pemberian obat-obatan. Padahal psikologi juga perlu untuk diperhatikan, salah satunya untuk memperkuat motivasi dan mental pasien oleh seorang psikologi klinik dengan memanfaatkan taman.

Direktur RSUD Buleleng dr. Putu Arya Nugraha Sp.PD, FINASIM mengatakan bahwa saat ini sudah ada beberapa lokasi yang menjadi tempat garden healing teraphy yaitu didekat ruangan Flamboyan, di dekat ruangan Melati dan di dekat ruangan VIP Mahottama.

Pasien yang mendapatkani penanganan medis melalui terapi ini adalah yang indikasi gangguan kecemasan, depresi dan kehilangan semangat karena penyakitnya. Umumnya ialah penyakit kronis yang membuat guncangan jiwa.

Secara empiric,kata Arya metode ini memberikan hasil yang cukup baik, karena sebagian besar pasien yang ditangani merasa semangatnya terbangun ketika sudah menjalani garden healing teraphy.

- Advertisement -

“Salah satunya, pasien yang syok karena harus melaksakan cuci darah seumur hidup awalnya ia tidak menerima, akan tetapi setelah didampingi oleh seorang psikolog dua sampai tiga kali akhirnya ia menerima dengan baik dan menjalani prosedur cuci darah yang memang secara medis dia harus jalani yaitu dua kali seminggu seumur hidup,” Jelasnya.

Arya memastikan kedepannya akan lebih banyak inovasi yang berkorelasi dengan Garden Healing Teraphy yaitu salah satunya pengembangan Green Hospital.

Green hospital ialah konsep terintegrasi antara teknologi pemrosesan yang ada di rumah sakit dengan penerapan konsep green building yang ada di rumah sakit. Konsep ini untuk mengoptimalkan upaya penyehatan lingkungan Rumah Sakit ini dari pencemaran limbah yang dihasilkan. Rumah Sakit harus mempunyai fasilitas pengelolaan limbah sendiri.

Jadi nantinya akan dibangun taman yang banyak di lingkungan RSUD Kabupaten Buleleng dengan memanfaatkan ecoenzym. Limbah organik rumah sakit seperti limbah dapur akan digunakan sebagai bahan kompos organik dan pembuatan ecoenzym tersebut.

“Sekarang tanaman yang kita miliki di RSUD itu diberikan pupuk dari hasil pengolahan limbah dapur yaitu limbah-limbah organik. Selain bisa meningkatkan kualitas pelayanan teraphy taman itu sendiri, hal ini juga memberikan inovasi yang terintegrasi dengan inovasi lain seperti green hospital” tegasnya.

Kemudian ia berpesan bahwa penerapan terapi taman atau penegakan psikologi ini tidak cukup diterapkan oleh RSUD Buleleng, tetapi ini sesungguhnya pesan secara tidak langsung kepada masyarakat bahwa pasien-pasien yang memiliki indikasi indikasi gangguan kecemasan, depresi dan kehilangan semangat perlu mendapatkan penanganan yang sama di tingkat rumah oleh keluarga masing-masing. Dengan seperti itu secara tidak langsung hal itu dapat mengajak masyarakat untuk membuat taman dirumahnya walaupun hanya beberapa meter saja.

“Kita tidak bisa samakan terapi dari masing-masing pasien contohnya saja pasien yang terkena struk. Akan tidak mungkin kalau hanya sekali dua kali mendapatkan didampingi tapi harusnya continue, karena tidak mungkin akan dirawat dirumah sakit selamanya. Selanjutnya akan dilakukan dirumah” pungkasnya.|WK|

Komentar

Related Articles

spot_img

Latest Posts