Pedagang Ikan Pasar Anyar Tolak Relokasi

Singaraja, koranbuleleng.com| Sejumlah pedagang ikan di Pasar Anyar Singaraja, bersikukuh untuk tidak direlokasi. Pemindahan itu, dirasa memberatkan pedagang yang harus kembali mengeluarkan biaya tambahan. Aspirasi terkait penolakan relokasi tersebut, disampaikan sejumlah pedagang ke DPRD Buleleng, Rabu, 10 Mei 2023.

Perwakilan Pedagang Ikan, Komang Sudarma mengatakan, pedagang menolak untuk dipindahkan berjualan ke lantai dua pasar, karena pedagang harus membayar cukup mahal dan membawa dagangannya cukup jauh. Dari total 50 pedagang ikan yang ada kebanyakan saat ini sudah berumur lebih dari 50 tahun.

- Advertisement -

“Kita merasa keberatan ke lantai dua dan satu sisi ongkosnya lebih mahal. Para pedagang juga sudah tua, gak mungkin bawa dagangan yang hampir 60 kilogram. Itupun kalau ada tenaga angkut, kalau tidak ada tenaga kan repot,” katanya ditemui usai pertemuan di DPRD Buleleng.

Untuk sementara ini, pedagang pun tetap memutuskan berjualan di tempat semula sembari menunggu keputusan dari pengelola pasar. Mereka akan tetap membuka lapak jualannya, di lantai I pasar. “Kita tetap jualan di bawah yang merasa keberatan ke lantai dua. Sementara masih menunggu hasil dari dewan, kita tunggu aja keputusannya gimana nanti. Kalau sudah ada keputusan kita akan diundang lagi,” kata Sudarma.

Sementara, Perumda Pasar Arga Nayottama sebagai pengelola pasar memutuskan akan tetap merelokasi ke lantai dua. Hal ini, sebagai upaya penataan pasar yang telah dilakukan sejak bulan Februari 2023.

Direktur Keuangan Perumda Pasar Arga Nayottama I Putu Suardhana mengatakan, relokasi ini dilakukan untuk menjaga kebersihan lingkungan, dan ketertiban pedagang. Para pedagang tersebut juga telah memiliki lapak dan Perumda juga telah menyiapkan lapak untuk pedagang yang belum memiliki lapak.

- Advertisement -

Dari total 263 pedagang eceran yang berjuan di Pasar Anyar Singaraja. Sebanyak 160 pedagang, sudah memiliki tempat. Sementara sisanya 103 pedagang, belum memiliki lapak. “Yang belum ini, yang kita pindahkan ke atas (lantai dua). Tujuannya ada ketegasan dan planning kerja pedagang yang kita kelola. Nanti zonasi semua,” ujarnya ditemui Rabu, 10 Mei 2023.

Kata Suardhana, relokasi ini juga dilakukan untuk meratakan penjualan pedagang. Harapannya, semua pedagang yang ada di pasar kecipratan pembeli. Dimana selama ini, masyarakat lebih sering untuk berbelanja dengan pedagang yang ada di bawah. Sehingga membuat, pedagang lain yang lapaknya sepi berbondong-bondong mencari tepat berjualan baru di bawah.

“Karena kami juga dituntut bagaimana di atas biar ramai juga. Kami manajemen sudah keluarkan aturan dan SOP, ikuti aturan penata kelola. Kalau itu dibiarkan di bawah akan semrawut, yang di atas kembali lagi turun dan pelu energi yang luar biasa,” katanya.

Disisi lain, Ketua Komisi III DPRD Buleleng Luh Marleni menyebut, akan mencarikan solusi terbaik terhadap permasalahan ini. Pihaknya pun, akan langsung meninjau keadaan pedagang di pasar. “Kami masih rapat, untuk cari solusi terbaik bagi pedagang. Mungkin saya kami dari komisi III akan turun ke bawah melihat kondisinya,” katanya. (*)

Pewarta  : Kadek Yoga Sariada

Editor     : I Putu Nova Anita Putra

Komentar

Related Articles

spot_img

Latest Posts