Lintasan Jogging Track Dibangun di Bhuwana Patra

Singaraja, koranbuleleng.com| Pemkab Buleleng merealisasikan pengembangan jogging track di lapangan Bhuana Patra Singaraja. Rencana ini sebelumnya telah dirancang sejak era Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana. Namun karena keterbatasan anggaran, jogging track urung dibangun kala itu.

Pembangunan lintasan untuk olahraga ringan itu, akan dibangun melalui dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp450 juta.

- Advertisement -

Kepala Dinas PUTR Buleleng I Putu Adiptha Eka Putra mengatakan, saat ini tengah disusun disain area lintasan untuk laritaupun untuk jalan santai tersebut. Sepanjang lintasan jogging akan dibangun dengan menggunakan paving block. 

“Saat ini kami masih tahap susun desain, setelah itu kita lapor ke Pj Bupati terkait desain, baru eksekusi. Anggarannya 450 juta, dibangun tahun ini. Nantinya panjang sekeliling lapangan pakai paving,” ujar Adiptha,  ditemui Rabu, 24 Januari 2024.

Adiptha menyebut, Proses pembangunan bisa menggunakan proses tender atau melalui e-katalog. Dimana pembangunan lintasan lari tersebut dirancang rampung pata tahun 2024.

“Ada sistem tender ada e-katalog, kalau regulasi pakai e-katalog karena lebih cepat. Kami pilih yang bisa cepat sekaligus mendorong aktivitas lebih awal di tahun ini. Cuaca tidak jadi masalah, kalau hujan bagus kita perlu siram lapangan,” kata dia.

- Advertisement -

Sementara, Ketua KONI Buleleng Ketut Wiratmaja mengatakan, terkait pembangunan jogging track tersebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Disdikpora Buleleng sebagai pengelola lapangan. Dimana, pembangunan lintasan untuk lari ini diharapkan bisa menjadi alternatif bagi masyarakat yang gemar berolahraga lari, selain di Lapangan Ngurah Raid dan RTH Bung Karno.

“Selama ini dari pengamatan kami, lapangan di Ngurah Rai dan Taman Bung Karno selalu membeludak.  Jadi diperlukan alternatif lain yakni jogging track di Bhuana Patra,” katanya.

Wiratmaja menyebut, nantinya jogging track yang dibangun itu akan memiliki panjang 450 meter lingkaran dengan lebar 7 meter dan 8 meter di setiap tikungannya. Dia berharap, lintasan tersebut tidak hanya sekedar dibangun. Namun, lintasan tersebut harus memiliki fasilitas yang representatif untuk masyarakat berolahraga. 

Disebut sejauh ini, masyarakat hanya bisa berolahraga pada pagi maupun sore hari. Sehingga dibutuhkan lampu untuk menunjang masyarakat berolahraga di malam hari. “Kami sangat berharap kegiatan yang di lapangan Bhuana Patra ini bisa sempurna. Karena selain dimanfaatkan untuk berolahraga lapangan ini digunakan untuk konser musik atau pun pasar malam. Sehingga nanti jika pavingnya tidak bagus tentu ini akan menjadi keluhan kembali dari masyarakat,” kata dia.(*)

Editor : I Putu Nova Anita Putra

Komentar

Related Articles

spot_img

Latest Posts