Singaraja, koranbuleleng.com | Polres Buleleng resmi menggelar Operasi Patuh Agung tahun 2025 selama 14 hari, mulai 14 hingga 27 Juli 2025. Operasi ini bertujuan menurunkan angka pelanggaran dan mencegah kecelakaan lalu lintas, seiring lonjakan kepadatan akibat pengalihan arus dari Jembrana-Denpasar menuju Buleleng.
Kapolres Buleleng, AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi, menegaskan kegiatan ini adalah bagian dari rangkaian Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) Agung 2025 untuk menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran berlalu lintas. Sebanyak lebih dari 95 personel gabungan dikerahkan selama dua pekan penuh.
“Operasi Patuh Agung 2025 akan berlangsung selama 14 hari, mulai 14 hingga 27 Juli 2025. Operasi ini terbagi dalam empat satuan tugas (Satgas) dengan total pelibatan sebanyak 95 personil,” ujar Widwan, usai memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Agung tahun 2025, Senin, 14 Juli 2025.
Widwan mengungkapkan, data kecelakaan lalu lintas pada Triwulan II tahun 2025 di Buleleng mengalami kenaikan signifikan, yaitu 8 persen dibandingkan Triwulan I. Lonjakan ini menjadi sorotan serius dan mendorong Polres Buleleng untuk menggelar operasi dengan intensitas lebih tinggi. Apalagi, kondisi lalu lintas di Buleleng saat ini turut terdampak pengalihan arus dari jalur Jembrana-Denpasar, yang berpotensi meningkatkan kepadatan dan risiko kecelakaan.
“Polri diharapkan hadir untuk masyarakat, memberikan pelayanan terbaik dan menjaga situasi lalu lintas tetap kondusif,” tegasnya.
Widwan menjelaskan bahwa sasaran utama Operasi Patuh Agung 2025 bukan hanya sekadar menindak pelanggaran, tetapi juga untuk menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan serta membangun budaya disiplin berlalu lintas di kalangan masyarakat.
“Personel diimbau untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menghindari pungutan liar (pungli), serta menjaga citra Polri agar tidak ada pelanggaran yang dilakukan oleh petugas di lapangan,” kata dia.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

