Singaraja, koranbuleleng.com | Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Buleleng terus melakukan koordinasi intensif dengan BP3MI Bali terkait keberadaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Buleleng yang saat ini bekerja di wilayah Timur Tengah, di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Data mencatat ratusan warga Buleleng berada di kawasan tersebut sebagai PMI.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Buleleng, Putu Arimbawa, menyatakan, penanganan PMI di Timur Tengah masih menjadi tanggung jawab Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI). Hingga kini, pihaknya menunggu arahan resmi dari BP3MI Bali mengenai langkah yang perlu diambil terhadap PMI di wilayah terdampak.
“Untuk kondisi terkini WNI di Timur Tengah, kami masih menunggu update dari BP3MI Bali. Sampai saat ini kami belum menerima arahan khusus,” ujarnya, Selasa, 3 Maret 2026.
Arimbawa menambahkan, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di negara-negara Timur Tengah juga belum mengeluarkan perintah evakuasi. Meski begitu, imbauan telah diberikan agar PMI di wilayah rawan membatasi mobilitas demi keamanan pribadi.
“Informasi terakhir dari kedutaan, belum ada perintah evakuasi. Namun memang di daerah tertentu ada pembatasan pergerakan karena situasi keamanan,” jelasnya.
Berdasarkan data resmi KP2MI pada 2024, mayoritas PMI asal Buleleng berada di Turki dengan jumlah 666 orang, disusul Uni Emirat Arab 46 orang, Arab Saudi 3 orang, Yordania 18 orang, Qatar 14 orang, Bahrain 4 orang, Mesir 3 orang, serta Oman 15 orang.
“Total PMI asal Buleleng yang tercatat resmi bekerja di kawasan Timur Tengah 769 orang.
Namun data rill di lapangan diperkirakan lebih dari itu, karena ada yang berangkat melalui jalur non prosedural atau ilegal,” terang Arimbawa.
Hingga kini, Disnaker Buleleng belum menerima laporan adanya PMI yang hilang kontak atau keluarga yang mengadu.
“Untuk laporan dari keluarga, belum ada sejauh ini. Pos pengaduan juga belum kami buka, kami sifatnya menunggu instruksi dari BP3MI Bali. Kalau memang harus membuka posko atau sejenisnya, kami siap melaksanakan,” ujar dia.
Disnaker Buleleng menekankan, keluarga PMI diharapkan tetap tenang dan menunggu informasi resmi dari pemerintah, agar tidak timbul kepanikan di tengah situasi global yang berkembang.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

