Singaraja, koranbuleleng.com | Polisi hingga kini masih menelusuri pemilik paket misterius yang ditemukan tergeletak di Jalan Yudistira, Kelurahan Kendran, Kecamatan/Kabupaten Buleleng. Aparat kepolisian mengimbau agar pemilik paket tersebut segera datang ke Polsek Kota Singaraja untuk memberikan keterangan resmi.
Kapolsek Kota Singaraja, Kompol Gede Juli, menuturkan pihaknya telah mengamankan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. Dari rekaman terlihat, paket itu sebelumnya dibawa oleh seorang pengendara motor Honda PCX yang melaju dari arah barat ke timur.
Pemotor tersebut memiliki ciri-ciri mengenakan helm berwarna metalik, jaket coklat, serta sepatu putih.
Meski hasil pemeriksaan Tim Penjinak Bom (Jibom) Polda Bali memastikan isi paket hanyalah tong sampah, sapu, dan serok, polisi tetap melanjutkan penyelidikan. Hal ini dilakukan untuk memastikan apakah terdapat indikasi teror atau sekadar barang yang tidak sengaja terjatuh.
“Proses penyelidikan masih kami lakukan. Identitas pemilik paket belum kami temukan, sehingga belum bisa dipastikan apakah ada unsur teror, atau paket itu memang tidak sengaja terjatuh di jalan,” ujar Juli, Selasa, 26 Agustus 2025.
Ia juga menegaskan agar masyarakat yang merasa memiliki paket tersebut segera datang ke Polsek. “Harapan kami bagi yang menaruh batang tersebut, agara datang ke Polsek untuk mengambil barangnya,” ucapnya.
Sebelumnya, paket misterius itu sempat menghebohkan warga Jalan Yudistira, Kota Singaraja, pada Senin pagi, 25 Agustus 2025. Sejumlah personel Tim Penjinak Bom (Jibom) Polda Bali diterjunkan untuk mengamankan bungkusan yang sempat dicurigai mengandung bahan berbahaya.
Situasi mencekam sempat terjadi di depan rumah warga di Gang 8, Jalan Yudistira, Kelurahan Kendran. Polisi memasang garis pembatas di sekitar lokasi, sementara sebuah bungkusan hitam tergeletak di depan rumah membuat warga panik.
Kecurigaan semakin kuat setelah pemeriksaan dengan metal detector menunjukkan adanya kandungan logam. Polsek Kota Singaraja pun segera berkoordinasi dengan Jibom Polda Bali.
Sekitar pukul 12.30 Wita, delapan personel Jibom lengkap dengan peralatan khusus tiba di lokasi. Proses penanganan dilakukan dengan prosedur standar penjinakan bom, termasuk sterilisasi radius 100 meter dari aktivitas warga. Setelah sekitar 30 menit, paket berhasil diamankan.
Panit Jibom Polda Bali, Ipda Made Gede Sucita, memastikan isi paket tidak membahayakan. “Hasil tadi, nilih ditemukan bahan peledak. Isi pasti tong sampah yang dipaket kosong, isinya serok sama sapu, alat kebersihan,” ujarnya.
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

