Singaraja, koranbuleleng.com | Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) mengambil langkah cepat menghadapi musim hujan. Dinas PUTR menyiagakan 100 petugas drainase yang bertugas melakukan pembersihan saluran dan pengawasan aliran air sebelum, saat, hingga setelah hujan turun. Langkah ini disusun setelah pemetaan menunjukkan lima kawasan di seputaran Kota Singaraja berada dalam kategori rawan banjir.
Kepala Dinas PUTR Buleleng, I Putu Adiptha Eka Putra, menjelaskan bahwa titik rawan tersebut berada di Kampung Anyar, Jalan Anggrek Kelurahan Banjar Jawa, Jalan Srikandi Desa Sambangan, Desa Baktiseraga, serta kawasan Pulau Lombok di Kelurahan Kampung Baru. Ia menegaskan bahwa sebagian besar masalah bersumber dari sampah rumah tangga yang menyumbat jalur air.
“Di Jalan Srikandi dan Baktiseraga, air saluran masih sering meluap karena warga masih membuang sampah sembarangan. Bahkan ditemukan bongkahan kayu dan kasur yang menyumbat saluran,” ujarnya, Minggu, 23 November 2025.
Adiptha menyampaikan bahwa genangan di wilayah Baktiseraga tak hanya dipicu sampah, tetapi juga kontur jalan. Pada kawasan tersebut, posisi badan jalan lebih rendah daripada saluran drainase, sehingga air hujan terkumpul dan lambat mengalir. PUTR telah merancang penanganan jangka panjang pada tahun 2026, termasuk peninggian badan jalan.
Penyempitan Saluran di Jalan Lombok Masih Jadi Tantangan
Sementara itu, kawasan Jalan Lombok, Kampung Baru tetap menjadi titik rawan akibat penyempitan saluran dari hulu ke hilir. Solusi permanen yang direncanakan adalah pelebaran dan pendalaman saluran, disertai edukasi kepada masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan.
Dua lokasi yang mendapat perhatian khusus adalah Kampung Anyar dan Jalan Anggrek. Kampung Anyar rawan banjir karena posisinya berada di dataran yang lebih rendah dari permukaan laut, membuat air lebih mudah menggenang. Di sisi lain, PUTR menyiapkan strategi pengalihan aliran air dari Jalan Anggrek ke arah barat, menuju saluran di Jalan Dewi Sartika, agar beban air yang masuk ke Kampung Anyar berkurang.
Adiptha menambahkan bahwa penataan drainase di Titik Nol Kota Singaraja juga akan membantu mengurangi tekanan air di kawasan hilir. “Sebelumnya aliran dari hulu numplek ke Kampung Anyar. Ke depan akan dialihkan ke barat dan dibuang ke Sungai Banyumala,” kata Adiptha.
Seluruh petugas drainase kini disiagakan secara penuh. Mereka bergerak membersihkan saluran sebelum hujan turun untuk memastikan air mengalir lancar. Ketika hujan terjadi, petugas bersiaga di sejumlah pintu air strategis, termasuk pintu air baru di simpang Pantai Penimbangan.
“Pintu air di sana sudah aman, sudah menggunakan sistem baru,” ucapnya.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

