Tarif Air Bersih Naik 7,5 Persen, Pelanggan Rumah Tangga Terdampak Paling Besar

Singaraja, koranbuleleng.com | Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng memastikan akan memberlakukan penyesuaian tarif air mulai tahun 2026. Kebijakan ini menetapkan rata-rata kenaikan tarif sebesar 7,5 persen, dengan besaran yang berbeda pada setiap kategori pelanggan di Kabupaten Buleleng.

Direktur Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng Made Lestariana menyampaikan, penyesuaian tarif tersebut merupakan tindak lanjut dari rekomendasi Dewan Pengawas (Dewas). Kebijakan ini diarahkan agar penyesuaian dilakukan secara berkala setiap tahun guna menghindari lonjakan tarif yang terlalu tinggi di masa mendatang.

- Advertisement -

“Penyesuaian tarif ini diamanahkan agar dilakukan setiap tahun. Dengan begitu, kenaikannya tidak drastis. Banyak perusahaan air minum yang harus menaikkan tarif hingga ratusan persen karena belasan tahun tidak pernah melakukan penyesuaian,” ujarnya Jumat, 19 Desember 2025.

Lestariana mengungkapkan, skema penyesuaian tarif air 2026 dirancang variatif sesuai kategori pelanggan. Persentase kenaikan tarif berkisar antara 1 persen hingga 10 persen, bergantung pada klasifikasi pemakaian dan kelompok pelanggan, dengan rata-rata kenaikan berada di angka 7,5 persen.

Untuk kategori rumah tangga, Perumda Tirta Hita menetapkan penyesuaian tarif sebesar 10 persen. Sebagai gambaran, pelanggan rumah tangga kategori R2 yang sebelumnya dikenakan tarif Rp3.000 per meter kubik akan disesuaikan menjadi Rp3.300 pada 2026. Sementara pelanggan rumah tangga kategori R1 mengalami penyesuaian dari Rp2.550 menjadi Rp2.800 per meter kubik.

“Kategori rumah tangga memang kami sesuaikan 10 persen karena jumlah pelanggannya paling dominan. Sedangkan untuk kategori industri dan niaga, penyesuaiannya tidak sampai 10 persen,” jelasnya.

- Advertisement -

Saat ini, jumlah pelanggan Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng tercatat sekitar 68 ribu sambungan. Dari total tersebut, sekitar 89 persen merupakan pelanggan rumah tangga. Komposisi pelanggan ini menjadi salah satu dasar utama dalam penentuan kebijakan penyesuaian tarif air tahun 2026.

Selain melakukan penyesuaian tarif, PDAM Buleleng juga menargetkan penambahan sekitar 3.000 pelanggan baru pada tahun 2026. Seiring dengan peningkatan jumlah pelanggan, perusahaan daerah ini mengusulkan kenaikan target pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp500 juta.

“Target PAD kami naikkan menjadi Rp9,5 miliar pada 2026, dari target tahun 2025 sebesar Rp9 miliar. Untuk realisasi PAD tahun ini, sudah 100 persen kami serahkan ke daerah,” ujarnya.(*)

Pewarta: Kadek Yoga Sariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru