990 Personel Amankan Nataru di Buleleng

Singaraja, koranbuleleng.com | Polres Buleleng menerjunkan 990 personel pengamanan untuk mengawal perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Kepolisian mengerahkan ratusan personel tersebut dalam pelaksanaan Operasi Lilin Agung 2025 guna memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat Buleleng selama periode libur panjang.


Kapolres Buleleng AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi menyampaikan, Polres Buleleng tidak bekerja sendiri dalam pengamanan Nataru. Kepolisian bersinergi dengan TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan, serta instansi terkait lainnya. Pengamanan difokuskan pada 58 tempat ibadah, termasuk 46 gereja, serta objek wisata, pelabuhan, pusat keramaian, dan pasar yang berpotensi mengalami lonjakan aktivitas masyarakat.

- Advertisement -


Widwan menegaskan, Operasi Lilin Agung 2025 akan berlangsung selama dua pekan, terhitung mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Apel Gelar Pasukan yang dilaksanakan menjadi momentum penting untuk memastikan seluruh unsur pengamanan siap menjalankan tugas secara optimal di lapangan.


“Kami tidak hanya fokus pada pengamanan gereja dan arus lalu lintas, tetapi juga kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam mengingat cuaca yang kurang bersahabat,” ujarnya ditemui usai apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Agung 2025 di Taman Kota Singaraja, Kamis, 19 Desember 2025.


Apel Gelar Pasukan tersebut menjadi penanda kesiapan akhir personel dan sarana prasarana dalam rangka pengamanan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, yang dikenal sebagai periode dengan tingkat mobilitas masyarakat sangat tinggi di Buleleng dan wilayah Bali lainnya.


Widwan kembali menekankan, apel ini merupakan pengecekan menyeluruh terhadap kesiapan personel serta kelengkapan pendukung pengamanan. “Pelayanan Nataru tahun ini harus dilaksanakan lebih optimal, bukan hanya dari sisi pengamanan, tetapi juga respons cepat terhadap segala kemungkinan di lapangan,” kata dia.

- Advertisement -


Ia memaparkan, berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat selama Nataru 2025 diperkirakan mencapai 119,5 juta orang. Angka tersebut meningkat hampir delapan persen dibandingkan tahun sebelumnya, sekaligus menjadi tantangan serius bagi aparat pengamanan di daerah.


Situasi tersebut, lanjut Widwan, diperberat dengan ancaman cuaca ekstrem berupa hujan lebat, angin kencang, hingga gelombang tinggi. Kondisi ini menuntut kesiapsiagaan ekstra dari seluruh unsur pengamanan, terutama di wilayah Bali bagian utara yang memiliki karakter geografis rawan bencana.


Widwan menyebut, Bali termasuk Kabupaten Buleleng memiliki potensi kerawanan bencana berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya. “Seperti kita tahu dari hasil mitigasi, cuaca di Bali menjadi tantangan tersendiri. Dari pengalaman tahun lalu, ada tanah longsor, pohon tumbang, angin puting beliung, bahkan banjir di beberapa titik,” kata dia.


Sebagai langkah mitigasi, pemerintah daerah mendirikan Posko Terpadu di Buleleng yang berlokasi di depan Polsek Sukasada. Posko ini menjadi bagian dari 303 posko terpadu yang dibentuk secara nasional dan melibatkan personel BNPB, SAR, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, kepolisian, serta TNI. “Ini sebagai langkah mitigasi untuk percepatan pelayanan kepada masyarakat. Di sana juga ada data prediktif cuaca, sehingga jika diperkirakan terjadi curah hujan tinggi, informasi bisa segera disampaikan ke tagana di kecamatan dan desa agar lebih siap siaga,” jelasnya.


Kapolres Buleleng juga mengimbau masyarakat Buleleng agar meningkatkan kewaspadaan selama periode Nataru, terutama dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem. Masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian atau menemukan situasi kedaruratan diminta segera menghubungi pusat panggilan kepolisian di nomor 110.


Dalam rangkaian akhir apel, Polres Buleleng turut melaksanakan pemusnahan barang bukti hasil penindakan sepanjang tahun 2025. Barang bukti yang dimusnahkan meliputi narkotika jenis sabu sebanyak lima paket dengan berat sekitar 0,5 gram netto beserta alat hisap, 20 knalpot brong dari total 500 knalpot hasil tilang selama setahun terakhir, serta 1.125 liter minuman keras.(*)

Pewarta: Kadek Yoga Sariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru