Singaraja, koranbuleleng.com | Banjir merendam 47 rumah warga di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, pada Minggu, 11 Januari 2025. Luapan air akibat hujan deras memukul dua banjar dinas paling parah, memaksa sejumlah kepala keluarga meninggalkan rumah demi keselamatan.
Air bah menggenangi permukiman sejak sore hingga malam hari. Curah hujan dengan intensitas tinggi mendorong debit air meningkat drastis, lalu meluap dan masuk ke rumah-rumah warga. Genangan air bahkan mencapai ketinggian signifikan dan membuat aktivitas warga lumpuh.
Perbekel Desa Pancasari, Wayan Komiarsa, menjelaskan hujan deras yang berlangsung berjam-jam menjadi pemicu utama banjir. Debit air yang membesar tak mampu terbendung hingga akhirnya meluber ke kawasan permukiman padat penduduk.
“Curah hujan cukup tinggi sejak sore sampai malam hari. Debit air memang besar, sehingga meluap dan merendam rumah warga. Ketinggian air hampir mencapai satu meter,” ujar Komiarsa, Senin, 12 Januari 2025.
Dua wilayah yang mencatat dampak paling berat adalah Banjar Dinas Lalang Lingga dan Banjar Dinas Dasong. Puluhan rumah terendam, sementara sebagian warga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat terdekat sambil menunggu air surut dan kondisi kembali memungkinkan.
Komiarsa menegaskan, peristiwa serupa kerap berulang setiap musim hujan. Pemerintah desa berharap Pemerintah Kabupaten Buleleng bersama instansi terkait segera mengambil langkah penanganan menyeluruh, khususnya di kawasan jalur Singaraja–Denpasar yang kerap menjadi titik rawan banjir, termasuk di sekitar Bali Handara dan Bali Farm House.
“Beberapa warga kami terpaksa mengungsi ke rumah kerabat karena kondisi rumah tidak memungkinkan untuk ditempati,” kata dia.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, I Gede Suyasa, memastikan penanganan darurat dilakukan segera setelah kejadian. Tim BPBD bersinergi dengan pemerintah desa melakukan pembersihan rumah warga yang terdampak banjir.
Suyasa mengungkapkan, banjir tidak hanya meninggalkan genangan air, tetapi juga endapan lumpur tebal yang menyulitkan warga untuk kembali beraktivitas normal. “Tadi sudah kami lakukan pembersihan bersinergi dengan pemerintah desa. Sejumlah bantuan darurat juga telah disalurkan kepada warga terdampak,” ujarnya.
BPBD Buleleng hingga kini masih melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan jumlah warga terdampak serta menghitung kerugian akibat banjir yang melanda wilayah Desa Pancasari.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

