Singaraja, koranbuleleng.com | Bangkai seekor paus ditemukan terdampar di Pantai Lovina, Desa Kalibukbuk, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, dalam kondisi sudah membusuk dan tidak utuh. Temuan tersebut pertama kali diketahui oleh nelayan setempat saat memantau situasi gelombang tinggi pada Minggu malam, 11 Januari 2025.
Kepala Banjar Kalibukbuk, Gede Suarajana, menyampaikan bangkai mamalia laut berukuran besar itu ditemukan sekitar pukul 21.30 Wita. Saat kejadian, kawasan pesisir Lovina dilanda cuaca buruk yang ditandai hujan deras, angin kencang, serta naiknya permukaan air laut.
“Saat itu hujan deras dan air laut naik, ombak besar pada saat itu. Pausnya terdampar sudah dalam kondisi mati dan sudah membusuk,” ujar dia, Senin, 12 Januari 2026.
Suarajana menjelaskan, kondisi bangkai paus yang telah rusak parah menyulitkan warga untuk mengenali jenis paus tersebut. Beberapa bagian tubuh dilaporkan sudah tidak lengkap, diduga akibat proses pembusukan yang berlangsung cukup lama sebelum terdampar ke bibir pantai.
Cuaca ekstrem yang masih terjadi saat penemuan juga membuat proses penanganan awal tidak dapat dilakukan secara maksimal. Warga memilih menunggu situasi lebih kondusif sembari berkoordinasi dengan pihak terkait guna menghindari risiko bagi keselamatan nelayan dan masyarakat sekitar.
Seiring membaiknya kondisi cuaca, warga Banjar Kalibukbuk bersama kelompok nelayan dan pelaku wisata bahari Lovina kemudian melakukan koordinasi untuk memindahkan bangkai paus ke lokasi yang lebih aman agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat dan pariwisata.
Proses evakuasi bangkai paus akhirnya dilakukan menggunakan alat berat dengan dukungan dari sejumlah instansi pemerintah daerah. Bangkai tersebut kemudian dipendam untuk mencegah dampak lingkungan dan bau menyengat yang ditimbulkan.
“Kami juga dibantu pembiayaan evakuasi dibantu dari dinas-dinas terkait, dalam hal ini Dinas Kelautan. Bangkai paus dipendam karena sudah mengeluarkan bau busuk,” kata Suarajana.
Lebih lanjut, Suarajana mengungkapkan bahwa peristiwa paus terdampar di kawasan Pantai Lovina tergolong jarang terjadi. Selama ini, wilayah tersebut lebih dikenal sebagai habitat lumba-lumba dan kawasan wisata bahari yang relatif aman dari kejadian serupa.
Ia menduga, bangkai paus tersebut terdampar bersamaan dengan kondisi laut yang sedang tidak bersahabat. Gelombang tinggi dan angin kencang diduga menjadi faktor utama yang menyeret bangkai paus hingga ke pesisir Kalibukbuk.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

