Dinas Kesehatan Buleleng Catat 2.885 Kasus ISPA dalam Dua Bulan di Awal 2026

Singaraja,koranbuleleng.com| Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng mencatat sebanyak 2.885 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada awal tahun 2026. Sebagian besar, kasus terjadi pada orang dewasa rentan usia 19-59 tahun.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Sucipto mengatakan, ribuan kasus itu tersebar di 21 fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari puskesmas, rumah sakit, hingga klinik di wilayah Bali Utara. Dari kasus yang terjadi, kelompok usia produktif masih mendominasi jumlah penderita. Dari total kasus, usia dewasa 19–59 tahun mencatat angka tertinggi dengan 1.074 kasus. Disusul balita di bawah lima tahun sebanyak 663 kasus, lansia 436 kasus, remaja 10–18 tahun sebanyak 377 kasus, dan anak usia 5–9 tahun sebanyak 335 kasus.

- Advertisement -

Sebaran ini menunjukkan bahwa ISPA tidak hanya menyerang kelompok rentan seperti balita dan lansia, tetapi juga kelompok usia kerja yang memiliki mobilitas tinggi di Buleleng. Meski jumlah kasus tergolong tinggi, seluruh pasien telah mendapatkan penanganan medis sesuai standar. Terapi, termasuk pemberian antibiotik berdasarkan indikasi medis, telah dilakukan. Hingga periode tersebut berakhir, tidak ditemukan laporan kematian akibat ISPA.

Sucipto menegaskan bahwa faktor cuaca berperan besar dalam situasi ini. “Kasus ISPA yang meningkat ini memang dipicu faktor cuaca dan perubahan iklim. Namun secara umum, situasi di Buleleng masih dalam kategori terkendali,” ujar Sucipto, Senin, 23 Februari 2026.

Peralihan musim yang disertai kelembaban udara tinggi menjadi pemicu gangguan saluran pernapasan. Kondisi tersebut diperparah dengan meningkatnya paparan debu dan polusi, terutama di kawasan padat aktivitas.

Menurut dr. Sucipto, balita dan lansia menjadi kelompok paling rentan karena daya tahan tubuh yang relatif lebih lemah. Namun demikian, masyarakat usia produktif pun tetap berisiko jika tidak menjaga kondisi kesehatan.

- Advertisement -

Dinas Kesehatan terus memperkuat langkah edukasi melalui jejaring puskesmas dan fasilitas pelayanan kesehatan di seluruh kecamatan di Buleleng. Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kembali ditekankan sebagai benteng utama pencegahan ISPA. Masyarakat diimbau membiasakan cuci tangan menggunakan sabun, memakai masker saat mengalami batuk atau pilek, serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Sirkulasi udara di dalam rumah juga menjadi perhatian penting, terutama saat kondisi cuaca ekstrem masih berlangsung. Orang tua diminta lebih peka terhadap gejala pada anak, seperti batuk, pilek, demam, hingga sesak napas.

Apabila gejala muncul, warga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat agar penanganan dapat dilakukan lebih dini dan risiko komplikasi bisa ditekan. “Kami akan terus memantau perkembangan kasus ISPA di seluruh wilayah. Upaya promotif dan preventif juga akan diperkuat guna menekan potensi lonjakan kasus, terutama jika kondisi cuaca ekstrem masih berlangsung dalam beberapa bulan kedepan,” ucap Sucipto. (*)

Pewarta: Kadek Yoga Sariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru