Kemenag Buleleng Tuntaskan Vaksinasi 109 CJH Sebagai Syarat Akhir Keberangkatan ke Tanah Suci

Singaraja, koranbuleleng.com | Tahapan akhir persiapan ibadah haji bagi ratusan warga Buleleng kini memasuki fase krusial. Sebanyak 109 calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Buleleng resmi menjalani vaksinasi meningitis dan polio sebagai prasyarat wajib sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.

Pelaksanaan vaksinasi yang berlangsung pada Selasa, 14 April 2026 ini menjadi bagian tak terpisahkan dari regulasi kesehatan yang ditetapkan Pemerintah Arab Saudi. Tanpa sertifikat vaksinasi, jemaah dipastikan tidak dapat melanjutkan proses keberangkatan.

- Advertisement -

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng, Agus Annurachman, menegaskan bahwa tahapan ini merupakan penutup dari seluruh rangkaian panjang persiapan haji.

“Alhamdulillah, ini merupakan tahapan terakhir untuk jemaah Buleleng. Proses (persiapannya) sudah mencapai 95 persen. Hari ini, vaksinasi yang sifatnya wajib diikuti oleh 109 jemaah. Vaksin ini gratis karena sudah include dalam pembiayaan jemaah,” ujar dia.

Ia mengungkapkan bahwa sertifikat vaksin kini telah terintegrasi dalam Sistem Komputerisasi Haji Terpadu Bidang Kesehatan (Siskohatkes), sehingga menjadi dokumen mutlak yang harus dipenuhi oleh setiap jemaah.

Dalam penjelasannya, vaksin meningitis tetap menjadi kewajiban tahunan, sementara vaksin polio mulai diberlakukan sebagai syarat tambahan sejak musim haji sebelumnya bagi jemaah yang akan memasuki wilayah Arab Saudi.

- Advertisement -

Tak hanya itu, sebanyak 24 jemaah juga tercatat mengikuti vaksinasi Covid-19 sebagai bagian dari ketentuan tambahan yang harus dipenuhi.

Sebelum mencapai tahap ini, para calon jemaah telah melewati proses panjang yang ketat dan berlapis. Mulai dari pemeriksaan kesehatan bertahap di fasilitas layanan kesehatan tingkat pertama hingga rumah sakit rujukan, hingga akhirnya memperoleh surat keterangan istitha’ah sebagai bukti kelayakan berhaji.

Setelah dinyatakan memenuhi syarat kesehatan, jemaah kemudian menyelesaikan pelunasan biaya perjalanan ibadah haji serta mengikuti bimbingan manasik sebanyak lima kali guna mematangkan kesiapan spiritual dan teknis.

“Seluruh dokumen perjalanan seperti paspor dan visa sudah rampung diproses, sehingga para jemaah tinggal menunggu jadwal keberangkatan,” katanya.

Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, seluruh calon jemaah haji asal Buleleng akan diberangkatkan pada 8 Juni 2026 mendatang. Mereka tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 71 Embarkasi Surabaya.

Komposisi jemaah tahun ini juga menunjukkan keberagaman usia. Dari total 109 orang, sebanyak 24 di antaranya merupakan jemaah lanjut usia di atas 65 tahun. Bahkan, jemaah tertua tercatat berusia 86 tahun yang berasal dari Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada.

“Dari total 109 jemaah, sebanyak 24 orang merupakan lanjut usia (lansia) yang berusia di atas 65 tahun. Jemaah tertua tercatat berusia 86 tahun yang berasal dari Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada,” ujar Agus.

Dengan hampir rampungnya seluruh tahapan administrasi, kesehatan, dan pembinaan, harapan besar kini disematkan agar seluruh jemaah dapat menunaikan ibadah haji dengan lancar dan kembali ke tanah air dalam kondisi sehat.

“Jamaah calon haji kita nanti akan relatif lebih lama di Kota Madinah sebelum menuju Kota Mekah untuk mengikuti puncak ibadah haji yang akan berlangsung pada akhir bulan Mei nanti,” ucapnya.(*)

Pewarta: Kadek Yoga Sariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru