Singaraja, koranbuleleng.com| Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan Tahun Saka 1948 atau Tahun 2026 Masehi kepada seluruh krama Buleleng. Momentum hari suci ini diharapkan menjadi pengingat akan pentingnya menegakkan nilai-nilai dharma dalam kehidupan sehari-hari sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun daerah.
Dalam pesan resminya, Bupati dan Wakil Bupati Buleleng menegaskan bahwa Hari Raya Galungan dan Kuningan bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan juga sarana refleksi untuk memperkuat persatuan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Buleleng dan pribadi, kami I Nyoman Sutjidra, Bupati Buleleng, bersama Gede Supriatna, Wakil Bupati Buleleng, menghaturkan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan Tahun Saka 1948 / 2026 Masehi,” ujar keduanya dalam pesan yang diterima, Senin, 15 Juni 2026.
Pesan tersebut menekankan bahwa kemenangan dharma atas adharma harus menjadi inspirasi dalam setiap aspek kehidupan masyarakat. Nilai-nilai kebenaran yang terkandung dalam Galungan dan makna kesucian diri yang diajarkan melalui Kuningan diharapkan mampu menjadi pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
“Bagi seluruh krama Buleleng, semoga kemenangan dharma melawan adharma menjadi inspirasi dalam setiap langkah kehidupan. Galungan mengingatkan kita untuk selalu menegakkan kebenaran, sementara Kuningan mengajarkan agar kita kembali ke jati diri yang suci dan tulus berbakti,” ungkapnya.
Lebih lanjut, keduanya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan perayaan suci ini sebagai momentum mempererat tali persaudaraan, memperkuat budaya gotong royong, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
Menurutnya, di tengah berbagai dinamika pembangunan yang terus berlangsung, persatuan dan kebersamaan masyarakat merupakan modal utama dalam mewujudkan kemajuan Kabupaten Buleleng.
“Perayaan suci ini bukan hanya rangkaian upacara, tetapi juga momentum untuk mempererat rasa persaudaraan, gotong royong, dan kepedulian sosial. Di tengah dinamika pembangunan, kebersamaan krama Buleleng adalah kekuatan utama kita,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Buleleng juga mengajak masyarakat untuk terus berpartisipasi aktif dalam berbagai sektor pembangunan. Mulai dari menjaga kelestarian lingkungan, meningkatkan kualitas kesehatan melalui Posyandu, mengembangkan UMKM, mendukung pariwisata berkelanjutan, hingga melestarikan adat, tradisi, dan budaya Bali yang menjadi identitas masyarakat Buleleng.
“Ke depan, Buleleng yang maju dan sejahtera hanya dapat terwujud dengan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat. Mari bersama menjaga lingkungan, meningkatkan kualitas kesehatan melalui Posyandu, memajukan UMKM dan pariwisata berkelanjutan, serta menjaga adat, tradisi, dan budaya sebagai jati diri Buleleng. Setiap karya kecil dari semeton di banjar, desa, dan kecamatan akan menjadi fondasi besar bagi kemajuan daerah yang kita cintai ini,” ajaknya.
Semangat Galungan dan Kuningan juga diharapkan menjadi energi baru bagi masyarakat untuk terus bergerak maju dengan semangat kolaborasi dan pengabdian. Dengan hati yang bersih dan tekad yang kuat, seluruh komponen masyarakat diajak bersinergi demi mewujudkan Buleleng yang mandiri, maju, dan sejahtera bagi generasi mendatang.
“Mari kita jadikan semangat Galungan-Kuningan sebagai energi baru. Dengan hati yang bersih, pikiran yang jernih, dan langkah yang bersinergi, kita bangun Buleleng yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera untuk generasi mendatang,” ucapnya.
“Matur suksma atas dukungan dan kebersamaan selama ini. Rahajeng Rahina Galungan lan Kuningan. Om Shanti Shanti Shanti Om,” tambahnya.(*/ads-pr)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

