Panggung Bulfest 2026 Dibuat Oval, Kawasan Titik Nol Jadi Latar

Singaraja, koranbuleleng.com | Pemkab Buleleng menyiapkan konsep berbeda untuk panggung utama Buleleng Festival (Bulfest) 2026. Panggung di kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja atau Titik Nol Singaraja dibuat berbentuk oval agar menyatu dengan wajah baru kawasan tersebut.

Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra mengatakan, desain panggung disesuaikan dengan penataan kawasan yang baru selesai dilakukan. Pemerintah tidak ingin keberadaan panggung justru menutup atau menghilangkan estetika kawasan.

- Advertisement -

“Panggung yang di Tugu Singa Ambara Raja, kita buat dengan gaya oval. Dengan poin kantor Bupati dan titik nol. Kita ingin masyarakat menikmati pertunjukan dengan santai,” ujarnya saat konfrensi pers Bulfest 2026, Jumat, 14 Agustus 2026.

Konsep tersebut membuat bangunan Kantor Bupati dan kawasan Titik Nol tetap menjadi bagian dari latar panggung. Pemkab Buleleng juga meminta para artis dan seniman yang tampil menyesuaikan tata panggung dengan karakter kawasan.

Sutjidra menyebut, pengaturan tidak hanya menyangkut desain panggung. Akses menuju panggung utama hingga zona lain dalam pelaksanaan Bulfest juga akan ditata agar pergerakan masyarakat tetap nyaman.

“Untuk talent yang akan tampil, kita juga minta untuk menyesuaikan dengan panggung dan bangunan. Panggung kita buat agar tidak menghilangkan kawasan, agar masyarkat semua bisa masuk. Nanti kita atur,” ucapnya.

- Advertisement -

Pembukaan Bulfest 2026 juga akan menampilkan tiga tarian massal yang melibatkan total 150 penari. Masing-masing tarian akan dibawakan oleh 50 penari.Tiga karya yang dipilih yakni Tari Truna Jaya, Wiran Jaya, dan Tari Palawakya. Ketiganya merupakan karya yang memiliki jejak kuat dalam perkembangan seni tari Buleleng.

“Ada tiga tarian massal, tari Truna Jaya, Wiran Jaya, dan Palawakya, masing-masing ditarikan 50 orang penari. Ini tarian lagend yang dibuat oleh seniman Buleleng. Nanti penari legend murid dari pencipta tari Truna Jaya, Ni Luh Menek juga hadir,” kata Sutjidra.

Nuansa tempo dulu tidak hanya ditampilkan melalui kesenian. Pemkab Buleleng juga menyiapkan sejumlah kuliner khas yang lekat dengan ingatan masyarakat Buleleng.Kuliner tersebut antara lain ronde, laklak, jukut buangit, siobak, belayag, hingga lumpia jadul.

Untuk memperkuat suasana kawasan, Pemkab Buleleng juga berencana menghadirkan dokar di Zona A yang berpusat di kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja.

“Dokar nanti kita akan undang. Kita akan tampilkan di zona A, untuk menambah kesan kawasan,” ucapnya.

Bulfest 2026 dijadwalkan berlangsung pada 18-23 Agustus 2026. Pelaksanaan festival dibagi menjadi tiga zona dengan karakter dan lokasi berbeda.

Zona A mengusung tema Buleleng Tempo Dulu dan dipusatkan di kawasan Titik Nol Kota Singaraja. Zona B membawa konsep Modern dan Creative Space yang ditempatkan di RTH Rumah Jabatan Bupati, Kantor DPRD Buleleng, serta Jalan Veteran.

Sementara Zona C mengusung tema Budaya Berkelanjutan yang tersebar di Patung Catus Pata, Sasana Budaya, dan Jalan Veteran Timur. Beragam kesenian dan budaya Bali akan ditampilkan di zona tersebut.(*)

Pewarta: Kadek Yoga Sariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru