Singaraja, koranbuleleng.com | Pemkab Buleleng bergerak cepat membantu korban gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemerintah daerah membuka penggalangan dana yang melibatkan pimpinan OPD, pegawai, hingga masyarakat umum.
Instruksi penggalangan dana disampaikan Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra saat menghadiri pelaksanaan Buleleng Festival (Bulfest) 2026, Kamis, 20 Agustus 2026 malam.
Sutjidra juga mengajak masyarakat mendoakan warga Flores yang terdampak bencana. Ia menyebut gempa tersebut menyebabkan korban jiwa dan kerusakan bangunan.
“Mari kita berdoa bersama untuk suadara kita yang terkena musibah. Banyak korban dan banyak juga bangunan yang hancur akibat gempa. Saya instruksikan juga untuk menggalang dana untuk ringankan beban saudara kita,” kata Sutjidra.
Untuk mengkoordinasikan penggalangan dana, Pemkab Buleleng menunjuk Sekda Buleleng. Pemerintah daerah kini menyiapkan mekanisme serta nomor rekening yang akan digunakan untuk menampung donasi.
Penggalangan dana direncanakan dimulai Jumat, 21 Agustus 2026 dan berlangsung hingga pekan berikutnya. Pemkab Buleleng berharap masyarakat dapat ikut berpartisipasi sehingga bantuan dapat segera disalurkan kepada korban.
“Doasi dibuka untuk pimpinan OPD, pegawai, hingga masyarakat umun. Rencananya kami buka mulai Jumat, 21 Agustus 2026 sampai mungkin dalam waktu minggu depan. Semakin cepat semakin baik, agar bisa secepatnya membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah di Flores,” terang Sutjidra.
Sutjidra mengarahkan agar bantuan diberikan dalam bentuk uang. Menurutnya, bantuan tersebut akan lebih mudah digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang paling mendesak di lokasi bencana.
“Lebih baik dalam bentuk uang. Karena bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan yang memang sangat dibutuhkan di sana,” ujarnya.
Pemkab Buleleng selanjutnya akan menyalurkan hasil penggalangan dana kepada pihak yang membutuhkan di Flores. Pemerintah daerah memastikan bantuan diarahkan untuk meringankan kebutuhan warga yang terdampak gempa.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

