Singaraja, koranbuleleng.com| Guru Besar Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII), Prof. Moh. Mahfud MD, mendorong mahasiswa Pascasarjana Institut Mpu Kuturan (IMK) membangun sumber daya manusia (SDM) Hindu yang unggul dengan memadukan kompetensi, karakter, spiritualitas, profesionalisme, dan pengabdian kepada masyarakat.
Hal itu disampaikan Mahfud MD saat memberikan kuliah umum dalam rangkaian Matrikulasi Program Pascasarjana Institut Mpu Kuturan di Kampus Menjangan, Banyuning, Singaraja, Selasa 1 September 2026.
Kuliah umum bertema “Pancasila sebagai Sumber Hukum dan Fondasi Keadilan Sosial: Menuju SDM Hindu yang Unggul dan Berkarakter” tersebut membahas pentingnya penghayatan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa sekaligus pembentukan karakter SDM Hindu.
Menurut Mahfud, Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi juga sumber nilai, moral, dan pandangan hidup yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai tersebut memiliki keterkaitan dengan ajaran Hindu, antara lain Ahimsa, Tat Twam Asi, Vasudhaiva Kutumbakam, Loka Samgraha, dan Dana.
“Pancasila menjadi dasar untuk memadukan nilai-nilai yang baik sehingga hukum Indonesia tetap mencerminkan keadilan, kepentingan bersama, dan karakter bangsa,” ujarnya.
Mahfud juga memperkenalkan konsep prismatika hukum, yakni memadukan nilai-nilai baik dari berbagai konsep kenegaraan dengan tetap menyesuaikannya dengan karakter dan kebutuhan bangsa Indonesia.
Dalam membangun SDM Hindu unggul, Mahfud menyebut tujuh karakter yang perlu dikembangkan, yakni Sraddha atau spiritualitas, Dharma atau moralitas dan tanggung jawab, Vidya atau penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, Satya atau kejujuran dan integritas, Karma atau profesionalisme, Loka-samgraha atau kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat, serta Seva atau pengabdian.
“SDM unggul bukan hanya yang pintar, tetapi juga memiliki karakter, spiritualitas, kemampuan bekerja, serta kemauan untuk mengabdi kepada masyarakat,” ujar Mahfud.
Sementara itu, Rektor Institut Mpu Kuturan, Prof. Dr. I Gede Suwindia, M.A., menyampaikan apresiasi atas kehadiran Mahfud MD sebagai narasumber. Menurutnya, kehadiran tokoh nasional tersebut menjadi kehormatan sekaligus kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan akademik dan kebangsaan.
“Kami merasa terhormat atas kehadiran Prof. Mahfud MD. Kehadiran beliau menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk memperkaya wawasan mengenai Pancasila, hukum, keadilan sosial, dan pembangunan sumber daya manusia,” ujar Suwindia.
Ia menjelaskan, matrikulasi merupakan tahap awal untuk menyamakan persepsi, memperkuat fondasi akademik, serta mempersiapkan mahasiswa mengikuti proses pendidikan di jenjang Pascasarjana.
“Melalui matrikulasi, kami ingin mahasiswa memiliki fondasi akademik yang kuat dan siap mengikuti proses pendidikan dengan baik,” kata Prof Suwindia.(*)
Kontributor: Rika Mahardika

