Singaraja, koranbuleleng.com | Gangguan monyet liar di Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Buleleng, mulai mengancam keselamatan warga. Seekor monyet menyerang seorang siswa SDN 2 Wanagiri hingga mengalami luka terbuka pada bagian pinggang dan tangan, Rabu, 7 Oktober 2026.
Korban diketahui bernama Gusti Kopang Merta Wijaya, 9 tahun, siswa kelas III SDN 2 Wanagiri. Serangan terjadi ketika korban hendak menuju toilet sekolah.
Perbekel Wanagiri, I Made Suparanton, mengatakan keberadaan monyet liar sebenarnya telah lama menjadi persoalan di wilayah tersebut. Namun, gangguan kini semakin meluas karena monyet mulai masuk ke fasilitas umum dan lingkungan sekolah.
“Dari dulu memang sudah sering rusuh dan merusak. Kalau ada orang sembahyang juga kadang diganggu. Namun, sebelumnya tidak pernah sampai menggigit. Sekarang sudah ada warga, termasuk siswa, yang menjadi korban,” ujar Suparanton.
Menurut Suparanton, aktivitas monyet tidak hanya mengganggu warga. Sejumlah bangunan fasilitas umum juga terdampak. Monyet bahkan disebut kerap masuk ke Kantor Desa Wanagiri melalui bagian plafon.
Kondisi serupa terjadi di SDN 2 Wanagiri. Bagian atap sekolah sebelumnya sempat mengalami kerusakan akibat gangguan monyet dan telah mendapatkan bantuan untuk perbaikan.
Pemdes Wanagiri menduga persoalan tersebut berkaitan dengan populasi monyet yang terus bertambah. Karena itu, pemerintah desa sebelumnya telah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan yayasan yang bergerak dalam bidang satwa untuk mencari langkah penanganan.
Salah satu pembahasan yang muncul adalah pengendalian populasi agar keberadaan monyet tidak semakin mengganggu aktivitas masyarakat.
“Jumlahnya sekarang lumayan banyak. Populasinya meningkat. Kami berharap pihak terkait, terutama BKSDA dan pihak yang peduli terhadap satwa, bisa memberikan solusi,” katanya.
Upaya pencegahan juga dilakukan di sekitar sekolah. Relawan Destana Wanagiri bersama komite sekolah dan wali murid sebelumnya bergotong royong membersihkan semak-semak di sekitar lingkungan SDN 2 Wanagiri.
Pembersihan tersebut dilakukan untuk mengurangi area yang berpotensi menjadi tempat persembunyian monyet. Lingkungan sekitar Kantor Desa Wanagiri juga mendapat perlakuan serupa.
Namun, langkah tersebut belum menghentikan gangguan. Monyet masih ditemukan masuk ke lingkungan warga dan fasilitas umum seiring jumlahnya yang disebut terus bertambah.
Serangan terhadap siswa SDN 2 Wanagiri kini menjadi perhatian karena gangguan yang sebelumnya lebih banyak berupa kerusakan dan gangguan aktivitas mulai menimbulkan korban.
Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, dr Sucipto, mengatakan korban telah mendapatkan perawatan luka dan Vaksin Anti Rabies (VAR).
“Koordinasi masi terus kami lakukan dengan aparat desa, maupun pihak sekolah. Sejauh ini tidak ada laporan kasus gigitan lainnya. Artinya baru satu korban, siswa di SDN 2 Wanagiri,” singkatnya.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

