Antrean BBM Masih Terjadi, Pemkab Buleleng Atur Pasokan untuk Layanan Darurat

Singaraja, koranbuleleng.com | Pemerintah Kabupaten Buleleng mengatur pengambilan bahan bakar minyak (BBM) bagi layanan kegawatdaruratan untuk memastikan operasional rumah sakit dan pelayanan publik tetap berjalan di tengah antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mengatakan, pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan penyedia BBM untuk mengatur waktu pengambilan bahan bakar bagi kebutuhan darurat. Skema tersebut diterapkan agar pelayanan kesehatan dan layanan yang membutuhkan penanganan segera tidak terkendala antrean di SPBU.

- Advertisement -

“Untuk pelayanan-pelayanan emergency, rumah sakit dan sebagainya belum terganggu. Karena mami sudah punya langganan untuk emergency itu, sudah ada pengaturan waktu kapan mereka bisa mengambil bahan bakar,” kata Sutjidra, Rabu, 14 Oktober 2026.

Dari pantauan media ini hingga Rabu, 14 Oktober 2026, pukul 14.00 Wita, antrean kendaraan masih terlihat di sejumlah SPBU di Kabupaten Buleleng. Namun, panjang antrean tidak lagi seperti kondisi pada Rabu pagi.

Sutjidra juga mengaku telah memantau kondisi antrean di sejumlah SPBU. Menurut dia, antrean kendaraan mulai berkurang dibandingkan sebelumnya.

Di tengah kondisi tersebut, pemerintah daerah masih mengingatkan masyarakat agar membeli BBM sesuai kebutuhan. Pembelian berlebihan dikhawatirkan memperpanjang antrean dan menyulitkan masyarakat yang membutuhkan bahan bakar.

- Advertisement -

Sutjidra menyampaikan, bahwa pasokan BBM untuk Bali dipastikan mencukupi hingga 15 Oktober 2026. Pasokan berikutnya dijadwalkan kembali masuk sehingga ketersediaan BBM di Pulau Dewata diharapkan tetap terjaga.

“Pasokan BBM di seluruh Bali sudah dipastikan mencukupi sampai tanggal 15. Setelah tanggal 15 ada lagi pasokan, sehingga ke depan pasokan BBM untuk Bali tetap terjaga,” ujarnya.

Menurut Sutjidra, informasi mengenai kecukupan pasokan tersebut merujuk pada keterangan Direktur Utama Pertamina. Pemkab Buleleng juga telah mengerahkan petugas untuk memantau kondisi di SPBU, termasuk perkembangan antrean kendaraan.

Sutjidra meminta masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Ia juga mengingatkan warga agar tidak membeli BBM menggunakan jeriken maupun botol untuk menimbun bahan bakar.

“Kami sudah mengimbau agar tidak lagi menerima jeriken-jeriken itu,” katanya.(*)

Pewarta: Kadek Yoga Sariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru