Singaraja, koranbuleleng.com | Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) serta Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Buleleng menargetkan renovasi dan peningkatan standar fasilitas climbing wall di GOR Bhuana Patra, Singaraja, rampung pada akhir Desember 2026. Proyek yang sempat terkendala teknis dan pengadaan tersebut kini memasuki tahap pengerjaan fondasi.
Penyelesaian fasilitas panjat tebing ini menjadi bagian dari persiapan sarana olahraga Buleleng menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2027. Pemerintah daerah berupaya mengejar target pengerjaan agar fasilitas tersebut dapat menunjang latihan dan pembinaan atlet.
Kepala Dinas PUTR-Perkim Buleleng, Putu Adipta Eka Putra mengatakan, percepatan pekerjaan terus didorong agar penyelesaian tidak melewati jadwal yang ditetapkan.
“Pekerja masih kerja dengan optimistis dulu di sana. Kita tetap genjot nanti, mungkin kita akan suruh lembur mereka juga di sana, biar kerjakan sampai Desember,” ujarnya, Senin, 26 Oktober 2026.
Adipta menjelaskan, pengerjaan fisik saat ini masih berfokus pada fondasi sebelum dilanjutkan dengan pemasangan komponen dinding panjat. Proyek tersebut juga membutuhkan proses fabrikasi untuk sejumlah bagian konstruksi.
“Banyak fabrikasi itu. Sekarang masih di level bawah, fondasi dulu. Papannya dari pabrik sudah ada, nanti kita integrasikan dengan besi-besi rangkaian,” jelasnya.
Paket pekerjaan yang dimenangkan CV Ayin Papua itu memiliki nilai anggaran Rp1,5 miliar. Selain renovasi dan peningkatan standar fasilitas panjat tebing, anggaran tersebut mencakup pembangunan fasilitas boulder.
Spesifikasi konstruksi juga telah disesuaikan dengan masukan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Buleleng. Penyesuaian ini dilakukan agar fasilitas yang dibangun memenuhi kebutuhan teknis olahraga panjat tebing.
Sebelumnya, proyek tersebut menghadapi kendala dalam proses pengadaan. Pada September 2025, lelang dilaporkan telah dilakukan dua kali tanpa menghasilkan penyedia jasa. Spesifikasi pekerjaan yang bersifat khusus, termasuk kebutuhan panel fabrikasi dan konstruksi dengan tingkat kemiringan tertentu, menjadi salah satu tantangan.
Pada 2026, pemerintah daerah kembali mempersiapkan pelaksanaan proyek melalui penyempurnaan perencanaan teknis dan penyesuaian anggaran. Nilai anggaran yang semula disebut sebesar Rp1 miliar meningkat menjadi Rp1,5 miliar untuk menyesuaikan kebutuhan pekerjaan dan perkembangan harga material.
Renovasi fasilitas panjat tebing di GOR Bhuana Patra diharapkan menghasilkan sarana yang lebih memadai bagi atlet Buleleng. Namun, dengan pengerjaan yang masih berada pada tahap fondasi, percepatan pekerjaan menjadi faktor penting untuk mengejar target penyelesaian akhir tahun sebelum rangkaian persiapan Porprov Bali 2027.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

