Masker Dengan Ragam Corak Muncul Ditengah Pandemi

Singaraja, koranbuleleng.com | Pandemo Corona ini membuat sejumlah pebisnis harus jeli memanfaatkan peluang, karena banyak sektor ekonomi yang dipukul mundur oleh wabah penyakit yang disebabkan SARS COV-2 (Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2) ini.  

Masker dengan ragam corak dan motif untuk anak-anak produksi dari LAMBRE

Salah satu sektor yang ikut terkena dampak dari virus ini adalah bisnis konveksi. Sejumlah pengusaha muda yang mengelola distribution outlet (Distro) pakaian dan aksesoris di Singaraja merasa harus mengamankan kinerja keuangannya dengan mengembangkan varian produk lain yang lebih dibutuhkan di masa pandemi, yakni masker.

- Advertisement -

Kewajiban menggunakan masker di masa pandemi ini menjadi peluang bisnis. Bahkan, fungsi masker yang dominan untuk menjaga kesehatan, kini seakan menjadi sebuah gaya hidup. Karena itulah, muncul beragam bentuk, corak dan motif warna atau gambar di masker.

Masker juga kini tidak lagi digunakan oleh orang dewasa, namun anak-anak. Bahkan, coraknya lebh sepsifik sehingga anak-anak tertarik untuk menggunakannya.

Salah satu wirausaha muda Singaraja, Putu Dedi Prayudhi menangkap potensi bisnis ini. Pemilik Distro Lambre ini ini kini sudah memproduksi masker kain dengan ragam corak dan motif hingga ribuan sejak dua bulan lalu.

Usaha distro yang dikelola, kini sedang anjlok hingga menurunkan potensi omzet sampai 70 persen. Hal itulah yang melatarbelakangi Yudhi mencoba membuat masker kain berbahan scuba. Masker yang dibuat Yudhi memunyai corak dan motif, namun ada juga yang polos.  

- Advertisement -

“Dampak pandemi ini terhadap bisnis distro sangat terasa, kami mengandalkan pembeli dari lokal buleleng saja, mau jualan via online pun terasa kurang efektif karena pastinya kalah bersaing dengan brand besar yang punya diskon barang dagangannya.  Alternatifnya yang kita coba produksi ya masker kain scuba ini,” terang Dedi.

Dalam proses pembuatan masker kain ini, menurut Dedi awalnya coba-coba namun mendapatkan respon positif di masyarakat. 

“Kita sudah produksi sekitar 2 bulan, dulu masih dalam sekala kecil karena masih coba-coba namun responya lumayan bagus” ucap Dedi

Bahan masker didatangkan langsung dari Bandung dan di produksi di Singaraja. Bahan kain Scuba cukup nyaman dan halus digunakan untuk masker. “Bahanya kain Scuba premium, langsung kita datangkan dari Bandung,” sambungnya.

Sampai saat ini kata Dedi, Lambre sudah bisa memproduksi hingga 2000 masker sehari. Penurunan omzet produk distro yang ia jual memang sangat di rasakan Lambre, namun saat ini pihaknya sedang mempersiapkan masker yang sudah di pesan dari perusahaan yang ada di luar negeri.   

“Memang pemesanan di Singaraja agak sedikit namun yang banyak itu dari luar daerah, dan skarang kita persiapkan juga untuk yang dipesan dari perusahaan di luar negeri” imbuhnya. |Edi Toro|

Komentar

Related Articles

spot_img

Latest Posts