Bupati Buka Akses Pasar Buah Lokal Buleleng, Petani Diminta Terapkan GAP

Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana bersama tim artis Bali, Puja Astawa dkk mempromosikan buah lokal Buleleng |FOTO : Istimewa|

Singaraja, koranbuleleng.com |Sebagian besar petani di Buleleng diklaim telah menerapkan Good Agriculture Practice (GAP).  Artinya, Petani telah melaksanakan budi daya tanaman dengan baik, tidak menggunakan pupuk kimia.

- Advertisement -

Kedepannya minimal para petani di Buleleng masuk dalam standar Prima 3. Dalam standar Prima 3 disebutkan pemakaian pupuk anorganik masih bisa dilakukan pada ambang toleransi.

Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana sedang menggalakkan promosi penggunaan buah lokal Buleleng. Untuk itu, para petani diminta meningkatkan kualitas perkebunan buah-buahan dengan menerapkan pola-pola organik.  Ini sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas dan pemanfaatan buah lokal di Buleleng.

Pemerintah Kabupaten Buleleng akan memperluas akses pemasaran khususnya untuk para petani penghasil buah lokal di Buleleng. Salah satu akses pasar yang akan dibuka untuk buah lokal Buleleng dengan membuka pasar buah-buah lokal di Pasar Banyuasri, Singaraja. Sehingga petani buah lokal Buleleng dapat dirangsang untuk meningkatkan produksi dan menjaga kualitas buah yang dihasilkan.

Kata Agus, peluang dalam pemberdayaan berbagai sektor yang ada di Kabupaten Buleleng tentu harus terus digali. Salah satunya pada sektor pertanian, dalam hal ini pemanfaatan buah lokal Buleleng. Seperti salah satu upaya yang akan dilakukan yakni pemanfaatan buah lokal pada sarana banten yang akan diberlakukan bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkup Pemkab Buleleng.

- Advertisement -

 “Harapan saya kedepan, Buleleng bisa kembali menjadi produsen buah yang memiliki kualitas unggulan,” ujar Bupati Suradnyana beberapa waktu lalu.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, Ir. Made Sumiarta menjelaskan Kabupaten Buleleng memang memiliki potensi pada sektor pertanian khususnya pada bidang hortikultura. Namun terkendala pada akses pemasaran ketika produksi meningkat. Sehingga dengan adanya promosi-promosi yang dilakukan Bupati Buleleng seperti ini, akan membawa pengaruh besar terhadap perkembangan budi daya buah lokal di Bali pada umunya dan di Buleleng pada khususnya.

“Ini juga sebagai bentuk implementasi terhadap Pergub Bali Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali,” jelasnya.

Selain itu juga, lanjut Made Sumiarta, para petani di Buleleng sebagian besar telah dapat menerapkan Good Agricultural Practices (GAP). “Kami terus mendorong para petani untuk berbudidaya tanaman,baik itu buah ataupun sayuran dengan  GAP nya,” tutupnya. |NP| 

Komentar

Related Articles

spot_img

Latest Posts