Pembagian Sayur Gratis Diserbu Warga di Car Free Day

Anggota DPRD Buleleng Wayan Soma Adnyana membagikan sayur kangkung gratis kepada masyarakat saat car free day di Taman Kota Singaraja untuk mendukung konsumsi sayur dan membantu petani lokal.

Anggota DPRD Buleleng Wayan Soma Adnyana membagikan sayur kangkung gratis kepada masyarakat saat car free day di Taman Kota Singaraja untuk mendukung konsumsi sayur dan membantu petani lokal.

Singaraja, koranbuleleng.com | Suasana kegiatan car free day di kawasan Taman Kota Singaraja pada Minggu, 8 Maret 2026 pagi mendadak ramai. Ratusan warga yang tengah berolahraga maupun menikmati ruang publik tampak berkerumun di satu titik setelah adanya pembagian sayuran gratis.

Kegiatan tersebut digagas oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Buleleng, Wayan Soma Adnyana, yang membagikan kangkung secara cuma-cuma kepada masyarakat. Sayuran yang dibagikan diperkirakan mencapai satu mobil pikap dan langsung habis diserbu warga.

Sejak pagi, masyarakat yang mengikuti car free day terlihat antusias mendatangi lokasi pembagian. Mereka mengantre secara bergantian untuk mendapatkan kangkung yang dibagikan secara gratis.

Soma menjelaskan kegiatan berbagi sayur tersebut merupakan bagian dari upaya sederhana untuk mendorong masyarakat agar lebih terbiasa mengonsumsi sayuran sekaligus memberi dukungan kepada petani lokal di Buleleng.

“Kalau hanya menyuruh masyarakat menanam tanpa ada yang menyalurkan atau mengonsumsi, kasihan juga petaninya. Menanam itu relatif mudah, tetapi yang penting bagaimana hasilnya bisa sampai ke konsumen,” ujarnya.

Politisi yang berasal dari Desa Penglatan ini menuturkan bahwa sayuran yang dibagikan merupakan kangkung Lombok, salah satu varietas yang juga banyak dibudidayakan oleh petani di Bali.

Menurutnya, tanaman tersebut tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga. Dalam praktik pertanian, kangkung juga sering digunakan sebagai pakan ternak sehingga hampir seluruh bagian tanaman dapat dimanfaatkan.

Soma mengungkapkan kegiatan berbagi tersebut juga berangkat dari pengalaman pribadinya ketika merantau dan merasakan masa-masa sulit secara ekonomi. Saat itu, kangkung menjadi salah satu menu sederhana yang mudah diperoleh namun tetap memiliki nilai gizi.

Ia berharap kegiatan kecil seperti ini dapat menggerakkan kesadaran masyarakat yang memiliki kemampuan lebih untuk turut berbagi dengan sesama. Selain itu, kebiasaan mengonsumsi produk pertanian lokal juga dinilai mampu membantu menjaga stabilitas pengeluaran rumah tangga.

“Kalau tanaman lokal dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat sendiri, itu juga bisa membantu menekan pengeluaran dan inflasi,” katanya.

Salah seorang warga Desa Baktiseraga, Evita, mengaku bersyukur bisa memperoleh sayuran gratis di tengah kondisi harga bahan pangan yang terus meningkat. Ia berencana mengolah kangkung tersebut menjadi menu sederhana untuk keluarganya.

“Sekarang harga pangan serba naik. Dapat kangkung gratis seperti ini tentu membantu. Apalagi enak dibuat plecing,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Desak Komang Suardani, warga Kelurahan Banjar Jawa. Ibu rumah tangga tersebut menilai kegiatan pembagian sayuran seperti ini sangat membantu kebutuhan dapur keluarga.

“Lumayan membantu untuk di dapur. Sampai di rumah bisa dimasak, misalnya dibuat plecing,” katanya.(*)

Pewarta: Kadek Yoga Sariada