Singaraja,koranbuleleng.com| Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra resmi menetapkan tiga calon direksi terpilih untuk memimpin Perumda Pasar Argha Nayottama. Dari tiga nama yang dipilih, I Ketut Mas Angarta Tenaya dipercaya menduduki posisi Calon Direktur Utama.
Penetapan tersebut dilakukan setelah seluruh tahapan seleksi direksi rampung dan Panitia Seleksi (Pansel) menyerahkan lima peserta dengan nilai terbaik kepada Bupati selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM).
Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng yang juga Ketua Pansel, Gede Suyasa, menjelaskan bahwa Bupati memiliki kewenangan memilih tiga nama terbaik dari lima kandidat yang sebelumnya lolos ke tahap akhir seleksi.
“Bupati sudah hasil wawancara dan seluruh penilaian dari pansel. Kemudian sesuai mekanisme, ditetapkan tiga calon direksi terpilih,” ujar Suyasa, Selasa, 23 Juni 2026.
Dari hasil penilaian tersebut, I Ketut Mas Angarta Tenaya ditunjuk sebagai Calon Direktur Utama. Sosok ini diketahui memiliki pengalaman di sektor perbankan dan pernah memimpin tim pada lingkungan kerja sebelumnya di luar Kabupaten Buleleng.
Sementara itu, posisi Calon Direktur Operasional dipercayakan kepada I Made Sulistiawan. Sedangkan Komang Sonni ditetapkan sebagai Calon Direktur Keuangan.
“Untuk calon Direktur Operasional dan Keuangan ini berasal dari internal Perumda Pasar,” jelas Suyasa.
Menurutnya, penetapan ketiga calon direksi tersebut didasarkan pada hasil akhir seluruh tahapan seleksi yang telah dilalui peserta, mulai dari seleksi administrasi, uji kompetensi, tes psikologi hingga wawancara.
“Semua tahapan sudah dilalui, mulai dari administrasi, uji kompetensi, psikologi, hingga wawancara. Hasilnya juga transparan dan bisa diakses publik,” terangnya.
Di sisi lain, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menegaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara terbuka dan objektif. Selain kemampuan manajerial, aspek integritas, rekam jejak, serta gagasan yang ditawarkan para kandidat menjadi perhatian utama dalam menentukan pilihan.
“Dari lima besar itu hampir semuanya punya kemampuan yang baik. Yang menjadi perhatian adalah integritas, rekam jejak, serta solusi yang mereka tawarkan untuk ke depan,” ujar Sutjidra.
Menurut Sutjidra, direksi baru nantinya tidak hanya dituntut mampu meningkatkan kinerja perusahaan, tetapi juga harus mampu menciptakan suasana kerja yang harmonis di lingkungan internal Perumda Pasar.
Ia mengungkapkan, persoalan disharmoni internal yang sempat terjadi sebelumnya menjadi salah satu bahan evaluasi dalam proses penentuan direksi baru. “Masalah internal itu sudah disampaikan, termasuk solusi dari masing-masing calon. Ini menjadi bahan pertimbangan kami,” jelasnya.
Lebih jauh, Sutjidra memastikan direksi yang terpilih akan dibebani target kerja yang jelas dan terukur. Evaluasi akan dilakukan secara berkala untuk memastikan kinerja perusahaan berjalan sesuai harapan.
“Pasti ada target. Kalau tidak tercapai, ada evaluasi hingga mekanisme pengunduran diri,” kata dia.
Selain mengejar keuntungan perusahaan, Sutjidra berharap Perumda Pasar juga mampu menjalankan fungsi strategis sebagai instrumen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan mendukung pengendalian inflasi di Kabupaten Buleleng.
Sesuai jadwal, tiga calon direksi terpilih tersebut akan dilantik dan dikukuhkan pada 7 Juli 2026 mendatang.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

