Singaraja, koranbuleleng.com | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Buleleng mulai kembali menggeliat setelah libur sekolah. Sebanyak 34 dari 38 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sebelumnya aktif kini telah beroperasi dan melayani 73.993 porsi makanan bergizi bagi penerima manfaat.
Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Buleleng, Rusdianto mengatakan, pelaksanaan MBG kembali dimulai pada Senin, 13 Juli 2026, bertepatan dengan hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru 2026/2027. Pada awal pelaksanaan, belum seluruh SPPG langsung beroperasi. Sebanyak 23 SPPG terlebih dahulu menjalankan distribusi makanan bergizi gratis dengan jumlah pelayanan mencapai 54.097 porsi.
Kemudian pada hari kedua, sebanyak 11 SPPG tambahan kembali aktif sehingga total dapur MBG yang beroperasi mencapai 34 unit dengan jumlah penerima manfaat meningkat menjadi 73.993 porsi.
“Pada hari Senin ada 23 SPPG yang beroperasi dengan total 54.097 porsi yang didistribusikan. Kemudian pada hari Selasa bertambah 11 SPPG, sehingga total penerima manfaat yang kami layani mencapai 73.993 porsi. Jumlah tersebut meliputi siswa dan kelompok 3B (balita, ibu menyusui, dan ibu hamil),” ujarnya, Rabu, 15 Juli 2026.
Rusdianto menjelaskan, masih adanya SPPG yang belum beroperasi disebabkan proses penyesuaian data penerima manfaat yang masih berlangsung. Pendataan siswa baru di sejumlah sekolah menjadi salah satu faktor yang membuat distribusi belum langsung berjalan penuh. Selain itu, proses daftar ulang peserta didik pada awal tahun ajaran baru juga membuat jumlah penerima manfaat masih mengalami pembaruan.
“Kami juga masih menghitung berapa jumlah tambahan penerima manfaat. Sebab laporan belum terhimpun seluruhnya. Mengingat ada 23 SPPG yang mulai beroperasi hari Senin dan ada 11 SPPG yang mulai beroperasi hari Selasa,” katanya.
Meski belum seluruh SPPG kembali beroperasi, BGN Buleleng memastikan pelayanan MBG berjalan tanpa hambatan. Ketersediaan bahan baku hingga proses distribusi makanan kepada penerima manfaat disebut masih berjalan normal.
Untuk penerima manfaat dari kalangan siswa sekolah, layanan MBG tetap diberikan selama lima hari dalam sepekan mengikuti jadwal kegiatan belajar.Sementara distribusi bagi kelompok 3B yakni balita, ibu menyusui, dan ibu hamil masih menunggu arahan lebih lanjut terkait pola pelayanan, apakah mengikuti sistem lima hari seperti sekolah atau tetap berjalan enam hari dalam seminggu.
“Kalau untuk sekolah masih tetap lima hari kita layani. Untuk 3B ini kami masih menunggu informasi, apakah menyesuaikan juga dengan sekolah lima hari, atau tetap enam hari,” jelasnya.
Di sisi lain, delapan SPPG baru yang telah selesai dibangun masih belum mulai melayani penerima manfaat. Rusdianto menyebut, satu unit SPPG baru ditargetkan mulai beroperasi dalam waktu dekat setelah seluruh persiapan administrasi dan teknis rampung.
Dengan bertambahnya jumlah SPPG aktif, BGN Buleleng berharap cakupan layanan MBG semakin luas dan mampu menjangkau lebih banyak penerima manfaat di seluruh wilayah Buleleng.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

