Wabub Supriatna Minta IMK Jadi Benteng Budaya Buleleng

Singaraja, koranbuleleng.com| Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna berharap Institut Mpu Kuturan (IMK) tidak hanya menjadi pusat pendidikan tinggi, tetapi juga mampu mengambil peran sebagai benteng budaya Buleleng dan Bali.

Harapan tersebut disampaikan Supriatna saat membuka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) IMK di Open Stage Kampus Menjangan, Banyuning, Rabu 26 Agustus 2026.

- Advertisement -

Menurut Supriatna, keberadaan IMK sebagai perguruan tinggi negeri yang membawa nama Mpu Kuturan memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga nilai-nilai budaya Bali. Peran tersebut dinilai penting di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat.

“Saya berharap kampus ini menjadi benteng budaya bagi kita di Buleleng, khususnya. Selain memajukan dunia pendidikan dan meningkatkan sumber daya manusia di Kabupaten Buleleng, tugas institut ini juga menjaga benteng budaya kita di Provinsi Bali,” ujar Supriatna.

Ia menilai, keberadaan IMK merupakan kebanggaan bagi masyarakat Buleleng. Nama Mpu Kuturan yang melekat pada institusi tersebut memiliki nilai historis dan spiritual yang perlu dijaga oleh seluruh sivitas akademika.

Karena itu, Supriatna mengajak mahasiswa baru tidak hanya mengejar kemampuan akademik, tetapi juga memahami dan menjaga identitas budaya yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Bali.

- Advertisement -

“Ini menjadi sebuah kebanggaan dan tentu harus dijaga nama baik Kampus Mpu Kuturan karena membawa nama seorang tokoh suci bagi kita di Bali. Ini harus dijaga ke depannya oleh seluruh sivitas akademika,” katanya.

Supriatna juga mengingatkan mahasiswa baru bahwa memasuki perguruan tinggi merupakan fase baru dalam kehidupan. Kampus tidak hanya menjadi tempat memperoleh pengetahuan, tetapi juga ruang untuk membangun karakter, memperluas pergaulan, dan mempersiapkan diri menjadi bagian dari masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Supriatna juga berpesan agar pelaksanaan PKKMB tidak kembali menggunakan pola-pola perpeloncoan seperti pada masa lalu. Ia meminta panitia membangun suasana yang penuh kegembiraan dan menghindari tindakan yang dapat mengarah pada perundungan.

“Jangan sampai pengenalan kampus dilakukan dengan model-model seperti dahulu. Mendidik disiplin boleh, tetapi dengan cara yang membangun kedisiplinan. Mari bangun kebersamaan dengan penuh sukacita,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor IMK Prof. Dr. I Gede Suwindia, M.A, mengatakan PKKMB menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan kampus, sistem akademik, organisasi kemahasiswaan, sekaligus membangun karakter, etika, disiplin, dan rasa tanggung jawab sebagai insan akademik.

Ia mengajak mahasiswa baru menjadikan masa awal perkuliahan sebagai langkah untuk mengenal, mencintai, sekaligus berkontribusi bagi almamater.

“Jadilah mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter Tri Kaya Parisudha, beretika, dan bermanfaat bagi masyarakat,” pesannya.

PKKMB IMK berlangsung selama tiga hari, 26-28 Agustus 2026, dengan diikuti 467 mahasiswa baru. Pembukaan ditandai dengan penancapan kayonan dan penyematan tanda peserta oleh Wakil Bupati Buleleng bersama Rektor IMK, didampingi Wakil Ketua DPRD Buleleng Nyoman Gede Wandira Adi.(*)

Kontributor: Rika Mahardika

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru