Singaraja, koranbuleleng.com | Kekeringan mulai berdampak langsung pada warga di Kabupaten Buleleng. Sebanyak 900 kepala keluarga (KK) di Desa Sinabun, Kecamatan Sawan, kesulitan mendapatkan air bersih setelah debit sumber air warga menurun akibat kemarau panjang.
Kondisi tersebut membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng turun tangan dengan menyalurkan air bersih ke wilayah terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Buleleng Gede Suyasa mengatakan, pasokan air bersih terbaru disalurkan ke Banjar Dinas Menasa, Desa Sinabun.
“Terbaru kami menyalurkan 10.000 liter air bersih ke Banjar Dinas Menasa, Desa Sinabun,” ujar Suyasa, Rabu, 2 September 2026.
Menurut Suyasa, kemarau panjang menyebabkan debit sumber air pada sumur-sumur warga menurun. Kondisi itu membuat masyarakat mulai kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.
“Secara keseluruhan, ada sekitar 900 KK yang terdampak kondisi kekurangan air bersih,” ucapnya.
Kondisi di Sinabun menjadi salah satu dampak periode hari tanpa hujan yang terjadi di sejumlah wilayah Bali. Berdasarkan pemantauan BMKG per 31 Agustus 2026, hari tanpa hujan berturut-turut (HTH) di Bali berada pada rentang kategori pendek hingga kekeringan ekstrem.
HTH kategori pendek tercatat selama 6-10 hari tanpa hujan. Sementara kategori kekeringan ekstrem terjadi ketika suatu wilayah tidak mengalami hujan selama lebih dari 60 hari.
Di Kabupaten Buleleng, titik kekeringan ekstrem tercatat berada di Kecamatan Gerokgak, Seririt, Banjar, Sukasada, Buleleng, dan Kubutambahan.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

